• Login
Bacaini.id
Saturday, May 2, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Bapanas dan Satgas Pangan Polri Sidak Produsen Beras di Kediri

ditulis oleh Redaksi
5 November 2025 10:05
Durasi baca: 2 menit
Petugas gabungan memeriksa kualitas beras. Foto : Bacaini.ID/A.K Jatmiko

Petugas gabungan memeriksa kualitas beras. Foto : Bacaini.ID/A.K Jatmiko

Bacaini.ID, KEDIRI – Guna mengantisipasi lonjakan harga, Satgas Pangan Polda Jatim dan Badan Pangan Nasional, serta Satgas Pangan Polres Kediri Kota sidak ke sejumlah produsen beras di Kabupaten Kediri. Sidak ini juga sebagai kontroling harga agar penjual maupun konsumen mendapat harga terbaik serta melebihi ketentuan yang berlaku.

Sidak dengan sasaran produsen beras di Desa Cerme, Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri Jawa Timur, Selasa (4/11/2025) ini, meliputi pemeriksaan kualitas beras, mulai dari beras premium dan medium yang banyak di konsumsi masyarakat. Petugas juga memastikan harga tetap dibawah harga eceran tertinggi (HET).

Deputi 3 Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto mengatakan, sidak ini bertujuan untuk memastikan kualitas beras yang di produksi sesuai dengan yang tertera dalam label kemasan. Selain itu juga untuk memastikan harga jual tidak melebihi HET atau Harga Eceran Tertinggi, mulai dari tingkat produsen hingga tingkat konsumen.

“Sidak ini untuk memastikan bahwa produsen beras di Kediri memproduksi dan mendistribusi serta menjual dengan baik. Disini tadi memproduksi beras kualitas premium, dan kami minta agar juga memproduksi beras kualitas medium,” jelasnya.

Andriko menambahkan, harga eceran tertinggi beras premium saat ini adalah Rp14.900 perkilogram, sementara dari sidak ini didapati produsen menjual kepada pengecer di harga Rp 14.500 sehingga masih terdapat selisih harga Rp400 per kilogram untuk pedagang eceran menjual ke konsumen.

“Hasil sidak ini tadi produsen menjual ke pengecer seharga Rp14.500, sehingga pengecer untuk menjual sesuai HET masih ada margin Rp400,” imbuhnya.

Masih kata Andriko, pemerintah juga telah menetapkan untuk harga pembelian gabah tidak boleh kurang dari Rp6.500 pernah kilogram. Pasalnya, menteri pertanian telah menurunkan subsidi pupuk sebesar 20 persen, artinya dari ongkos produksi sudah ditekan, sehingga pengeluaran petani untuk menanam padi semakin kecil, sehingga keuntungan semakin besar.

“Produsen beras tidak boleh membeli gabah dengan harga kurang dari Rp6.500, namun untuk penjualan ada HET. Di tingkat petani pak Menteri telah menurunkan subsidi pupuk sebesar 20 persen, sehingga ongkos produksi bisa ditekan dan pengeluaran petani semakin kecil,” tandasnya.

Lanjut Andriko, di Jawa Timur, hingga saat inipihaknya telah memebrikan peringatan ke sejumlah produsen yang menjual diatas HET, dan jika dalam waktu 2 minggu  masih tetap membandel maka akan diproses lebih lanjut, bahkan sampai sanksi pencabutan ijin.

“Semua sudah kita urus, tidak ada alasan di tingkat konsumen membeli beras medium di harga Rp 13.500 dan permium di harga Rp14.900 tertinggi, tidak boleh lebih dari itu,” pungkasnya.

Penulis             : A.K Jatmiko

Editor              : Hari Tri Wasono

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: bapanassatgas pangansidak
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Musik menjadi cara paling populer untuk meredakan stres menurut studi terbaru di Amerika Serikat (foto/ist)

Musik Linkin Park hingga Taylor Swift Jadi Pereda Stres, Ini Hasil Studinya

Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

Tradisi Sinongkelan di Desa Prambon Trenggalek dengan pertunjukan Grebeg Sinokel

Tradisi Sinongkelan Trenggalek, Jejak Pelarian Susuhunan Paku Buwono II di Bedah Kartasura

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In