Bacaini.id, MALANG – Hari pertama pembukaan tempat wisata Eco Green Park Kota Batu masih belum banyak dikunjungi wisatawan. Ini diduga karena tidak diperkenankannya pengunjung di bawah usia 12 tahun untuk masuk sesuai ketentuan pemerintah.
Manager Operasional Eco Green Park, Deny Rinasari mengatakan minimnya tingkat kunjungan wisatawan ini karena anak di bawah 12 tahun masih belum diperbolehkan masuk. Padahal sebagian besar pengunjung tempat ini adalah anak-anak.
”Di gate masuk kita sudah ada protokol. Kalau bawa anak-anak tidak boleh masuk. Otomatis satu keluarga ini juga tidak jadi masuk. Banyak sekali yang memilih putar balik,” kata Rina pada Bacaini.id Minggu, 19 September 2021.
Jika sebelum pandemi obyek wisata ini menerima kunjungan 1.000 hingga 2.000 orang, kini dalam sepekan tidak lebih dari 100 orang saja. Jika situasi ini terus terjadi, dia khawatir akan berdampak pada pasokan pakan ribuan satwanya.
Eco Green Park menyimpan 1.200 koleksi satwa dari 60 jenis satwa unggas (aves). Sejumlah satwa seperti burung unta juga mulai buas karena sudah sejak dua bulan ini jarang berinteraksi dengan manusia.
“Terus terang ini situasi sulit, karena bisa berpotensi mengurangi jatah atau kualitas pakan satwa. Kalau tidak ada pengunjung terus-terusan, lama-lama bakal mati,” tambah Rina.
Rina mencontohkan, biaya pakan burung Flamingo harus mengandung 70 persen udang. Sementara di tengah sepinya pengunjung, harga udang di pasaran justru naik. Jika pengelola memutuskan mengurangi konsentratnya, akan berdampak pada pudarnya warna bulu satwa itu. Hal ini tentu saja membuat hewan itu menjadi tidak menarik bagi pengunjung.
Karena itu dia berharap pemerintah memiliki fleksibilitas dalam menetapkan regulasi pembukaan tempat wisata. Pihaknya menjamin protokol kesehatan akan diterapkan semaksimal mungkin.
Hal senada dikeluhakan Dirut Taman Rekreasi Selecta, Sujud Hariadi. Dia malah memilih belum membuka tempat wisatanya meski telah diperbolehkan.
”Kami tidak ingin membuat kecewa para pengunjung yang sudah jauh-jauh datang, namun pada akhirnya tidak boleh masuk karena bawa anak-anak. Kami tetap memilih tutup dan menunggu Kota Batu turun ke level 2,” katanya.
Penulis: A. Ulul
Editor: HTW
tonton video: