• Login
Bacaini.id
Saturday, May 30, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Amerika Serikat Umumkan Blokade Selat Hormuz Mulai Hari Ini

Dunia di ambang krisis energi, harga minyak melonjak dan ketegangan AS–Iran mengarah pada konflik yang lebih luas

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
13 April 2026 16:42
Durasi baca: 4 menit
Aktivitas militer di kawasan Teluk Arab

Selat Hormuz menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia yang kini berada di bawah tekanan akibat blokade Amerika Serikat (foto/ist)

Bacaini.ID, AMERIKA SERIKAT – Ketegangan global kembali memanas setelah Amerika Serikat resmi mengumumkan blokade Selat Hormuz mulai hari ini. Kebijakan ini langsung mengguncang pasar dunia, memicu lonjakan harga minyak hingga menembus 100 dolar AS per barel dan meningkatkan kekhawatiran akan krisis energi global.

Baca Juga:

  • Bisnis Ekspor Impor di Jombang Terimbas Perang Iran, Perusahaan Mulai PHK dan Cari Pasar Baru

Keputusan memulai blokade seluruh lalu lintas kapal di selat Hormuz setelah perundingan dengan Iran gagal mencapai kesepakatan damai. Langkah AS berpotensi mengancam gencatan senjata yang sebelumnya disepakati dua minggu.

Dikutip dari Reuters, blokade dimulai Senin 14 April pukul 10.00 waktu Timur (1400 GMT). Kebijakan ini berlaku untuk semua kapal yang hendak masuk atau keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk pelabuhan-pelabuhan di Teluk Arab dan Teluk Oman.

Sebelumnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran berlangsung di Islamabad dari Sabtu hingga Minggu dini hari waktu setempat. Pertemuan tersebut merupakan kontak langsung pertama kali Revolusi Islam Iran pada tahun 1979.

Negosiasi tersebut dilakukan hanya beberapa hari setelah dimulainya gencatan senjata pada hari Selasa (7/4), yang bertujuan menghentikan konflik selama enam minggu terakhir.

Konflik yang terjadi diketahui telah menewaskan ribuan orang di kawasan Teluk, mengganggu pasokan energi global, serta memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik regional. Namun pembicaraan berakhir tanpa kesepakatan final dan memicu Amerika Serikat menerapkan blokade maritim terhadap Iran.

Kapal Non-Iran Tetap Diizinkan Melintas

Meski blokade diberlakukan, militer Amerika Serikat menyatakan kapal yang melintas di Selat Hormuz menuju pelabuhan non-Iran tidak akan dihalangi.

Selat Hormuz merupakan jalur laut yang sangat penting, karena sekitar 20 persen pasokan energi dunia melewati wilayah tersebut. Amerika Serikat akan mengeluarkan pemberitahuan resmi kepada pelaut komersial sebelum blokade dimulai.

Selain itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan pasukan Amerika juga akan mencegat kapal di perairan internasional yang diketahui membayar biaya atau pungutan kepada Iran.

Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menegaskan bahwa kapal yang membayar pungutan kepada Iran tidak akan mendapat jaminan keselamatan di laut lepas. Setiap serangan dari pihak Iran terhadap kapal Amerika atau kapal sipil akan dibalas dengan tindakan militer keras.

Trump juga mengatakan Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai menghancurkan ranjau laut yang diduga telah dipasang Iran di Selat Hormuz. Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan jalur pelayaran internasional yang sangat vital bagi perdagangan minyak dunia. Data pelayaran menunjukkan bahwa pada hari Sabtu, tiga kapal tanker minyak berukuran besar masih berhasil melewati selat tersebut. Namun pada Senin, banyak kapal tanker memilih menjauh menjelang dimulainya blokade.

Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam

Pengumuman blokade langsung memicu reaksi pasar global. Harga minyak mentah melonjak lebih dari 7 persen hingga melampaui 100 dolar AS per barel dalam perdagangan pagi di Asia.

Selain itu, nilai dolar Amerika menguat, sementara kontrak berjangka saham Amerika Serikat mengalami penurunan.

Menurut para analis kebijakan Timur Tengah, langkah ini bukan solusi mudah. Misi blokade sulit dilakukan sendirian dan kemungkinan sulit dipertahankan dalam jangka menengah hingga panjang.

Iran Tolak Tuntutan dan Siapkan Respons

Setelah pernyataan Trump, Garda Revolusi Iran memperingatkan kepada kapal militer yang mendekati selat akan dianggap melanggar gencatan senjata dan akan ditanggapi dengan tindakan tegas.

Seorang pejabat Amerika menyebutkan sejumlah tuntutan Washington yang ditolak oleh Iran. Di antaranya menghentikan seluruh pengayaan uranium. Kemudian membongkar fasilitas utama pengayaan dan
memindahkan uranium yang telah diperkaya tinggi

Selain itu, Iran juga menolak permintaan Amerika untuk menghentikan dukungan terhadap kelompok seperti Hamas, Hezbollah, dan Houthi, serta membuka sepenuhnya akses Selat Hormuz.

Media Iran melaporkan bahwa sebenarnya ada kesepakatan pada beberapa isu, namun persoalan terkait program nuklir Iran dan akses Selat Hormuz menjadi hambatan utama.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyatakan bahwa Iran menghadapi tuntutan yang berubah-ubah serta ancaman blokade saat negosiasi hampir mencapai kesepakatan.

Ia menegaskan bahwa sikap saling bermusuhan hanya akan memperburuk situasi. Para analis memperingatkan bahwa meskipun gencatan senjata masih berlaku, pemulihan aliran energi di kawasan Teluk kemungkinan akan membutuhkan waktu lama. Akibatnya, harga bahan bakar dunia diperkirakan tetap tinggi, yang dapat memicu inflasi global.

Dalam wawancara televisi, Presiden Trump mengakui bahwa harga minyak dan bensin mungkin tetap tinggi hingga pemilihan sela pada bulan November. Pernyataan tersebut menunjukkan adanya potensi dampak politik dari kebijakan militer tersebut.

Sementara itu, pejabat Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, merespons dengan mengunggah peta harga bensin di wilayah Washington melalui media sosial. Ia menyindir bahwa warga Amerika mungkin akan merindukan harga bensin yang lebih murah sebelum blokade diberlakukan.

Situasi di kawasan Teluk kini berada pada titik yang sangat sensitif. Blokade terhadap pelabuhan Iran berpotensi memperburuk ketegangan militer dan memicu konflik yang lebih luas.

Dengan posisi Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan minyak dunia, setiap gangguan di wilayah tersebut dapat memberikan dampak besar terhadap ekonomi global.

Para pengamat internasional kini memantau perkembangan situasi dengan cermat, mengingat risiko eskalasi konflik masih sangat tinggi dan dapat mempengaruhi stabilitas energi dunia dalam waktu dekat.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: Amerika SerikatASDonald Trumpiranselat hormuz
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Petis khas Jawa Timur dalam wadah tradisional yang menjadi bumbu legendaris sejak era Majapahit

Sejarah Petis Jawa Timur, Bumbu Warisan Majapahit Sejak Abad ke-10

Pengembangan fasilitas Stasiun Madiun oleh KAI Daop 7 Madiun dengan pembangunan peron tinggi dan perluasan area parkir

KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Stasiun Madiun, Parkir Diperluas hingga Bangun Peron Tinggi

Latihan squat untuk menjaga kesehatan otot bokong atau glutes

Otot Bokong Ternyata Pengaruhi Umur Panjang, Ini Penjelasan Ahli Kesehatan

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In