• Login
Bacaini.id
Saturday, May 9, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Alasan Soto Tak Ada di Catatan Kolonial, Ini Asal-usulnya

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
11 May 2025 10:17
Durasi baca: 2 menit
Alasan Soto Tak Ada di Catatan Kolonial, Ini Asal-usulnya (foto/Bacaini)

Alasan Soto Tak Ada di Catatan Kolonial, Ini Asal-usulnya (foto/Bacaini)

Bacaini.ID, KEDIRI – Soto yang dikenal sebagai hidangan khas Indonesia ternyata bukan asli Nusantara.

Kuliner soto terungkap hasil akulturasi dan asimilasi budaya pada saat para perantau asal Tiongkok menjejakkan kaki di Nusantara.

Denys Lombard dalam buku Nusa Jawa: Batas-Batas Pembaratan, berpendapat soto produk asimilasi budaya dan modifikasi praktik kuliner Kanton.

Kuliner yang menampilkan kaldu berbumbu yang berasal dari daging dan jeroan. Nama ‘soto’ diyakini berasal dari istilah Kanton ‘cau do’ atau ‘jau to’ yang berarti jeroan berbumbu.

Dikutip dari Foodies, secara historis soto muncul pada abad ke-19 ketika masyarakat kelas menengah dan bawah tidak mampu membeli daging.

Maka terciptalah hidangan berbahan dasar kaldu yang lezat yang kemudian populer dengan soto.

Menurut Fadly Rahman, sejarawan dari Universitas Padjajaran, nama ‘soto’ dan jeroan sapi di dalamnya, mencerminkan pengaruh budaya Tionghoa.

Fadly Rahman dalam penelitiannya menemukan catatan Belanda awal abad ke-19 yang menyebut soto sebagai hidangan lokal, terbuat dari jeroan sapi yang direndam dalam kaldu.

Dalam penelitian lain yang dipublikasikan oleh Journal of Ethnic Foods, Semarang merupakan tempat awal perkembangan soto pada abad ke-19.

Hal ini dikarenakan Semarang memiliki kedudukan yang kuat sebagai daerah penghasil daging dengan harga murah.

Bahan utama yang digunakan untuk meracik soto adalah jeroan sapi atau babat sapi yang diolah dan ditambahkan ke dalam kuah soto.

Karena jeroan sapi atau babat sapi tidak digunakan dalam resep makanan kolonial Belanda, catatan soto pada masa itu sangat terbatas.

Penggunaan jeroan dalam masakan dianggap tidak higienis oleh bangsa Eropa.

Penyebaran resep soto di Jawa terjadi secara langsung dan tidak langsung. Dari mulut ke mulut, demontrasi langsung hingga lewat media cetak.

Sementara adanya varian soto di Jawa yang beragam berasal dari kreativitas individu yang didasarkan kebiasaan budaya masing-masing daerah.

Tidak heran kemudian muncul soto Lamongan, soto Madura, soto Betawi maupun soto di wilayah Mataraman yang berkuah bening dan berasa lebih manis.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: asal-usul sotocatatan kolonialkuliner sotosejarah sotosoto
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi petugas medis menangani penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terinfeksi Virus Andes di kapal pesiar Atlantik

Virus Andes Diduga Penyebab Wabah Misterius di Kapal Pesiar MV Hondius, 3 Meninggal

KFC Pertama di Indonesia, letaknya di Melawai Jakarta/Dok KFC

Begini Makanan Orang Indonesia Sebelum KFC Masuk Tahun 1979

Pasokan BBM Pertamina ke SPBU. Foto: Pertamina

Ramai Harga Pertalite Tak Disubsidi Tembus Rp.16.088 per Liter

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In