• Login
Bacaini.id
Sunday, May 24, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Ajakan Jaga Lingkungan Bupati Trenggalek di Upacara Larung Sembonyo

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
22 May 2024 23:25
Durasi baca: 2 menit
Ajakan Jaga Lingkungan Bupati Trenggalek di Upacara Larung Sembonyo. (foto/Bacaini)

Ajakan Jaga Lingkungan Bupati Trenggalek di Upacara Larung Sembonyo. (foto/Bacaini)

Bacaini.id, TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengajak masyarakat nelayan untuk menjaga lingkungan.

Ajakan Mas Ipin begitu akrab disapa diungkapkan dalam upacara labuh laut Larung Sembonyo di Pantai Prigi Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek Selasa (21/5/2024).

Menurut Mas Ipin, selain iklim yang tidak menentu, sampah menjadi salah satu ancaman ikan semakin sulit didapat. Imbasnya nelayan semakin jauh melakukan perburuan yang itu akan menaikkan ongkos operasional.

“Banyak ahli yang menyatakan bumi kita sedang tidak baik-baik saja. Cuaca semakin tidak menentu (terjadi krisis iklim). Semakin sulit nelayan menangkap ikan. Tangkapan semakin jauh,” tuturnya di Pantai Prigi, Selasa (21/5/2024). 

Laut merupakan lahan rejeki bagi nelayan. Karenanya para nelayan, sambung Mas Ipin harus selalu menjaganya dengan baik.

“Wadah makan kita jangan kotori dengan sampah. Masak kita mau makan dengan sampah. Jagalah alam ini dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kemudian tidak melakukan pembalakan liar, menebang pohon sembarangan. Dengan begitu alam akan lebih terjaga,” sambungnya. 

Mas Ipin juga menyinggung soal infrastruktur yang semakin baik di sekitar Prigi. Jalur Lintas Selatan (JLS) sudah tersambung dengan Tulungagung di mana diharapkan bisa memberi dampak positif bagi ekonomi masyarakat.

Sementara upacara labuh laut Larung Sembonyo diketahui merupakan simbol rasa syukur nelayan atas hasil tangkapan nelayan yang melimpah serta harapan keselamatan saat melaut. 

Menurut Suparlan, salah satu tokoh masyarakat di Watulimo, sejarah ritual Larung Sembonyo terkait dengan cerita folklore sejarah pembukaan kawasan Prigi. “Kisah perkawinan antara Raden Tumenggung Yudho Negoro dalam rangka membuka wilayah Prigi. Ada sarana yang harus dijalani dengan menikahi Putri Gambar Inten, putri di tengahan,” ujarnya.

Pernikahan itu berlangsung pada Senin Kliwon, yakni di mana kemudian diperingati dengan Larung Sembonyo setiap tahunnya. Ritual yang digelar diikuti dengan hiburan langgam tayub dan kesenian jaranan.

“Labuh laut Larung Sembonyo lebih kepada wujud syukur para nelayan atas rejeki tangkapan yang melimpah dan doa harapan tidak ada musibah, kecelakaan dan bencana lainnya sehingga dapat meningkatkan perekonomian nelayan dan masyarakat serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Trenggalek,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: mas ipinTradisi Larung Sembonyo
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kepiting berjalan menyamping di pasir pantai sebagai hasil evolusi sejak Periode Jura Awal

Terjawab Mengapa Kepiting Berjalan Menyamping

Ilustrasi pelabuhan kuno Barus di pesisir Sumatra dengan perdagangan kapur barus pada masa dunia kuno

Jejak Kapur Barus dari Sumatra yang Diburu Dunia Kuno, Nama Barus Tercatat 1.800 Tahun Lalu

Kawasan hutan sawit di Papua. Foto: GAPKI

Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In