• Login
Bacaini.id
Tuesday, February 10, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

AI Bikin Otak Menyusut? Penelitian MIT Peringatkan Efek ChatGPT pada Daya Pikir

MIT menemukan efek samping serius ChatGPT terhadap cara kerja otak manusia

ditulis oleh Editor
8 February 2026 20:50
Durasi baca: 5 menit
Ilustrasi otak manusia dan kecerdasan buatan ChatGPT dalam penelitian MIT

Penelitian MIT menunjukkan penggunaan ChatGPT berlebihan dapat memengaruhi aktivitas dan daya pikir otak manusia (foto/AI/Bacaini)

Bacaini.ID, KEDIRI — Kecerdasan buatan (AI) di era digital telah menjadi asisten pribadi yang hampir tidak terpisahkan. Mulai dari membantu menulis laporan, mengerjakan tugas kuliah, hingga menyusun strategi bisnis.

Namun, sebuah laporan terbaru dari para peneliti di MIT Media Lab memberikan peringatan keras yang mengejutkan dunia: penggunaan AI yang berlebihan dapat memicu apa yang disebut dengan Atrofi Kognitif.

Penelitian berjudul ‘Your Brain on ChatGPT: Accumulation of Cognitive Debt when Using an AI Assistant for Essay Writing Task’ mengungkapkan bahwa kemudahan yang ditawarkan ChatGPT memiliki ‘ongkos’ yang harus dibayar oleh saraf otak manusia.

Baca Juga:

  • Jika Patung Macan Kediri Dibuat Dengan AI, Belum Tentu Viral
  • Pemuda Blitar Kembangkan AI di Pasar Legi, Siapa Minat?

Mengenal Atrofi Kognitif dan Utang Kognitif

Atrofi kognitif merupakan kondisi kemampuan berpikir, kreativitas, dan daya ingat seseorang menurun akibat kurangnya stimulasi atau latihan mental. Sejalan dengan prinsip neurosains: ‘Use it or lose it’, gunakan atau akan kehilangannya.

Dalam penelitian tersebut, peneliti MIT, Nataliya Kos’myna memperkenalkan istilah Cognitive Debt (Utang Kognitif). Ini adalah akumulasi dari proses berpikir manusia yang diserahkan kepada AI. Pada akhirnya membuat otak kehilangan ketajaman saat harus bekerja secara mandiri.

Penelitian MIT dilakukan dengan tingkat ketelitian tinggi menggunakan teknologi EEG (Electroencephalography) untuk memantau aktivitas listrik di otak secara real-time.

Para peneliti melibatkan 54 partisipan yang dibagi menjadi tiga kelompok kontrol dalam tugas menulis esai:

• Kelompok Brain-Only: Menulis murni dari pemikiran sendiri.

• Kelompok Search Engine: Menggunakan Google untuk riset.

• Kelompok LLM (ChatGPT): Menggunakan bantuan penuh dari AI.

Studi ini dilakukan selama empat bulan untuk melihat efek jangka panjang pada plastisitas otak. Hasilnya cukup mengejutkan para peneliti.

Data yang dihasilkan dari pemindaian EEG menunjukkan perbedaan aktivitas otak yang sangat kontras:

• Penurunan Konektivitas Saraf Sebesar 47%: Pada pengguna berat AI, ditemukan penurunan drastis pada aktivitas jaringan saraf yang bertanggung jawab atas pemrosesan informasi mendalam.

Otak cenderung berada dalam kondisi ‘pasif’ karena tidak perlu bekerja keras merumuskan kalimat atau struktur logika.

• Efek Amnesia Digital: Sebanyak 83,3% pengguna kelompok ChatGPT tidak mampu mengingat kembali poin-poin kunci atau argumen spesifik dari esai yang baru saja mereka buat.

Hal ini membuktikan bahwa informasi hanya lewat tanpa diproses oleh memori jangka pendek maupun jangka panjang.

• Ketergantungan Mental: Ketika bantuan AI ditarik kembali pada sesi pengujian mandiri, performa kognitif kelompok pengguna AI menurun signifikan dibandingkan kelompok yang terbiasa berpikir manual.

Mereka mengalami kesulitan fokus dan hambatan kreatif (writer’s block) yang parah.

Sebab AI Bisa ‘Melemahkan’ Otak

Menurut para peneliti, ketika menulis secara manual, otak melakukan sinkronisasi yang kompleks: memanggil memori, menyusun sintaksis, mengevaluasi logika, dan melakukan koreksi diri. Proses ini memperkuat hubungan antar saraf.

Sebaliknya, saat menggunakan ChatGPT atau bantuan AI:

• Iterasi (Iteration) Berkurang: Pengguna abai pada pengulangan atau proses perbaikan. Mereka cenderung menerima hasil pertama yang diberikan AI tanpa melakukan evaluasi kritis.

• Hilangnya Deep Work: Kemampuan untuk fokus mendalam pada satu masalah menjadi tumpul karena terbiasa mendapatkan hasil instan.

• Pasivitas Kognitif: Otak berubah dari ‘pencipta’ menjadi sekadar editor pasif atau bahkan hanya pembaca.

Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran besar terutama di dunia pendidikan. Jika pelajar menggunakan AI untuk setiap tugasnya, mereka mungkin mendapatkan nilai A, namun gagal membangun infrastruktur saraf yang diperlukan untuk pemecahan masalah di dunia nyata.

Dalam dunia profesional, ketergantungan ini dapat mengurangi kemampuan inovasi. Inovasi lahir dari menghubungkan titik-titik informasi yang tidak lazim di dalam otak manusia.

Jika semua orang menggunakan AI yang sama, pola pikir akan menjadi seragam dan standar, kehilangan sisi ‘brilian’ yang unik pada manusia.

Meskipun di Indonesia belum ada penelitian berbasis pemindaian otak (EEG) yang serupa dengan MIT, namun para praktisi pendidikan di berbagai kampus besar seperti UI dan UGM telah menyuarakan kekhawatiran serupa.

Mereka mengamati adanya penurunan daya kritis dan orisinalitas dalam karya ilmiah mahasiswa, sebuah indikasi kuat bahwa fenomena ‘Atrofi Kognitif’ mulai merambah ruang kelas secara nyata.

Tips Mencegah Atrofi Kognitif di Era AI

Tidak perlu membuang AI sepenuhnya. Teknologi ini tetaplah alat yang luar biasa jika digunakan dengan bijak. Berikut adalah strategi untuk tetap tajam di tengah gempuran AI, menurut para ahli:

• Gunakan AI sebagai Teman Diskusi, Bukan Pengganti

Alih-alih meminta AI menulis seluruh laporan atau tulisan, gunakan untuk melakukan brainstorming ide atau mencari referensi.

Pastikan struktur logika dan penulisan tetap berasal dari otak sendiri. Manusia menjadi pengendali jalannya AI, bukan sebaliknya.

• Terapkan Metode Check and Challenge

Selalu pertanyakan hasil yang diberikan AI. Lakukan verifikasi data secara manual dan ubah gaya bahasanya agar sesuai dengan karakter berpikir sendiri. Ini menjaga otak tetap aktif melakukan kurasi.

Yang harus dipahami, tidak semua data yang diberikan AI akurat, dibutuhkan ‘adu data’ agar hasilnya faktual.

• Lakukan Detoks AI Secara Berkala

Sediakan waktu untuk mengerjakan tugas tanpa bantuan alat digital sama sekali. Latihan menulis jurnal tangan atau membaca buku fisik dapat membantu menjaga elastisitas saraf otak.

• Fokus pada Proses, Bukan Hanya Hasil

Bagi para pelajar atau mahasiswa, nilai dari sebuah tugas bukan hanya pada dokumen yang selesai, melainkan pada proses berpikir yang terjadi di otak selama mengerjakannya.

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: efek ai pada otak
Via: efek chatgpt
Tags: aichatgptdampak AIdampak chatgpt
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Tanaman hias gantung menghiasi teras rumah sebagai tradisi mempercantik rumah jelang Ramadhan

Tradisi Percantik Rumah Jelang Ramadhan, Ini 4 Tanaman Gantung Paling Digemari

Sidang vonis kasus penganiayaan guru oleh suami anggota DPRD Trenggalek di Pengadilan Negeri Trenggalek

Suami DPRD Arogan Penganiaya Guru di Trenggalek Divonis 6 Bulan Penjara 

Puluhan siswa SD di Tulungagung dirawat akibat keracunan massal menu MBG

‘Tumbal’ MBG Kembali Berjatuhan, 24 Siswa SD di Tulungagung Keracunan Massal

  • Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

    Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramalan Shio Hari Ini 5 Februari 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepak Terjang Rizal, Pejabat Bea Cukai yang Terjaring OTT KPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In