• Login
Bacaini.id
Wednesday, May 27, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Bupati Dhito Pantau Harga Cabai Di Pasar Induk

ditulis oleh
10 March 2021 20:11
Durasi baca: 2 menit
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono saat berbincang dengan penjual cabai di Pasar Induk Pare

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono saat berbincang dengan penjual cabai di Pasar Induk Pare

Bacaini.id, KEDIRI – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, melakukan pemantauan harga cabai di Pasar Induk Pare. Dari hasil pemantauan harga cabai di Pasar itu mencapai Rp 100 Ribu per Kilogram.

Untuk mengatasi tingginya harga cabai di Kediri itu rencananya Bupati akan melakukan operasi pasar, namun sebelum program tersebut terlaksana pemerintah akan melakukan kajian terlebih dahulu. “Tujuan operasi pasar adalah untuk menentukan harga yang jauh di bawah pasar,” jelas Dhito kepada bacaini.id, Rabu, 10 Maret 2021.

Dia juga mengatakan, kenaikan harga ini dipicu cuaca ekstrim yang mengakibatkan berkurangnya stok cabai di Kabupaten Kediri. Padahal selain kebutuhan untuk warganya Kabupaten Kediri juga menyetok beberapa daerah lain.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan, tidak bisa dipungkiri harga cabai naik, karena cuaca ekstrim. Jadi di daerah lain pun sama,” kata Dhito.

Tetapi, sebagai sentra produksi cabai, menjadi salah satu keuntungan tersendiri. Karena hal itu berarti Kabupaten Kediri tidak mengalami kekurangan stok cabai. Namun tetap saja mahalnya harga cabai akan menjadikan dampak buruk, terutama bagi pelaku UMKM.

“Situasi pedagang cabai di pasar tidak begitu terdampak, di sini sekitar jam 4 sore cabai itu sudah laku semua dan sudah habis. Yang berpotensi terdampak itu malah pelaku UMKM atau pedagang makanan yang butuh stok cabai, kami utamakan itu dulu, baru kita bicara terkait gagal panen,” terangnya.

Lebih lanjut, Dhito mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri harus menentukan langkah yang harus diambil. Karena sebagai sentra nasional, permintaan cabai di daerah yang bukan produsen cabai, pasti mengalami kesulitan. Apalagi tren naiknya harga cabai diperkirakan masih akan terjadi sampai bulan Mei.

“Rata-rata dari Blitar, Madiun, Ngawi hingga Jabodetabek masih melakukan permintaan stok cabai dari Kediri. Karena ini kaitannya dengan banyak pihak, kita juga harus cek banyak hal, bagaimana kondisi petani, permintaan pasar seperti apa, dan permintaan daerah lain juga menjadi salah satu faktor, masih kami usahakan bagaimana jalannya nanti,” pungkasnya.

Sementara itu, Markum, salah satu pedagang cabai, mengatakan di Pasar Induk Pare dalam satu hari mampu menampung 23 Ton cabai dari petani yang akan dibagi arah pasarannya.

“23 ton itu 7 ton untuk pasaran lokal, 16 ton dikirim ke luar kota, paling banyak ke Jabodetabek,” terangnya singkat.

Untuk diketahui, cabai asmoro di Pasar Induk Pare ada di kisaran Rp 85.000 sampai Rp 87.000. Untuk cabai ori ada dikisaran Rp 98.000 sampai Rp 100.000 per hari. Kenaikan harga mulai Rp 5.000, tertinggi Rp 8.000 per hari.(ADV)

Penulis : Novira Kharisma
Editor : Karebet

Tonton Vidionya :

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: harga cabai tinggi
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Paus Leo menyampaikan pengakuan dan permintaan maaf Vatikan atas keterlibatan historis Gereja Katolik dalam praktik perbudakan

Paus Leo Minta Maaf atas Perbudakan, Vatikan Akui Keterlibatan Historis Gereja Katolik

Sutopo bersama kuasa hukumnya, Faris Trihatmoyo. Bacaini/Syailendra

Ajudan Bupati Jombang dan Oknum PNS Dilaporkan Memeras dan Sekap Warga

Komarudin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Trenggalek Lewat PAW

  • Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menjelaskan skema dana hibah KONI Kota Blitar

    Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samanhudi Anwar Akan Mundur Saat Pelantikan Ketua KONI Kota Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In