• Login
Bacaini.id
Monday, September 7, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Benarkah Burung Gereja dan Emprit Kaji Musuhan?

ditulis oleh
24 December 2020 17:34
Durasi baca: 2 menit
Ilustrasi burung gereja. Foto: Istimewa

Ilustrasi burung gereja. Foto: Istimewa

Jika ada yang mengaku paling beriman, malulah pada burung gereja. Tak perlu berkoar-koar bahwa dia rajin ke gereja, semua orang menyebutnya sebagai burung gereja. Bahkan oleh umat non Kristiani sekalipun.

Tentu bukan kehendaknya untuk dipanggil “gereja”. Masyarakatlah yang menambahkan predikat itu kepada burung bernama latin Passer montanus ini. Warga Eropa menyebutnya Eurasian Tree Sparrow, spesies burung pengicau dalam famili Passeridae.

Secara fisik burung ini tergolong kecil dengan panjang tubuh sekitar 14 cm. Pada jenis jantan, bagian atas kepalanya berwarna merah bata, tenggorakan hitam dengan tepi leher warna putih. Sedangkan jenis betina mirip jantan, namun kesuluruhan warnanya sedikit pucat.

Burung ini bukan asli satwa Indonesia. Dia bermigrasi dari daratan Eropa dan Asia ke tanah air, masuk wilayah Jawa dan Sulawesi. Burung ini menyukai tinggal di tempat tinggi dan tertutup untuk membangun sangkar. Dipilihlah bangunan gereja sebagai tempat tinggal mereka. Sejak itulah burung ini disebut dengan burung gereja meski tak pernah mengikuti Misa.

Di luar mereka, ada pula burung emprit kaji yang diidentikkan dengan umat Islam. Meski bergelar haji, burung ini nyata-nyata tak pernah menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Dia juga tak nampak menunaikan sholat lima waktu dan puasa.

Senasib dengan burung gereja yang menjadi korban penamaan manusia, burung bernama latin Lonchura maja ini diberi embel-embel kaji karena penampakannya yang mirip Pak Haji. Yakni kepala berwarna putih yang disamakan dengan sorban Pak Haji.

Burung ini banyak ditemukan di Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Bali dan pulau-pulau di sekitarnya. Burung yang secara fisik lebih pendek dari burung gereja dengan panjang sekitar 11 cm ini kerap memangsa padi di sawah. Mereka terbang secara berkelompok dan menjadi salah satu ancaman bagi petani.

Tak ada yang tahu apakah di Hari Natal ini burung emprit kaji memberi ucapan Natal kepada burung gereja. Demikian pula apakah burung gereja menggelar open house untuk menyambut kedatangan unggas lain di sarang mereka.

Namun yang pasti adalah keduanya tak pernah memiliki jejak rekam permusuhan saat berpapasan di udara. (HTW)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: burung emprit kajiburung gerejagerejanatal
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Wawali Elim Tyu Samba bersama massa KONI Kota Blitar membawa keranda menuntut dana hibah Rp2,8 miliar

KONI Kota Blitar Demo Bawa Keranda, Tuntut Wali Kota Cairkan Dana Hibah Rp2,8 Miliar

KA tambahan KAI melintas Blitar antisipasi erupsi Gunung Anak Krakatau

Erupsi Anak Krakatau, KAI Tambah Kereta dan Kapasitas Penumpang

Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada penerbangan di Bandara Ngurah Rai

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Imigrasi Ngurah Rai Pastikan Layanan Tetap Normal

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In