Poin Penting:
- Hiu putih besar menghilang: populasi hiu putih besar tidak lagi terlihat seperti biasanya di sekitar Dyer Island, Afrika Selatan, setelah muncul tekanan dari orca.
- Orca memburu bagian bernutrisi: Port dan Starboard dikaitkan dengan sejumlah kasus bangkai hiu yang kehilangan organ hati.
- Ekosistem laut ikut terdampak: perubahan keberadaan predator dapat memengaruhi perilaku mangsa dan keseimbangan hubungan antarspesies.
Bacaini.ID, KEDIRI – Hiu putih besar mendadak menghilang dari perairan sekitar Dyer Island, Afrika Selatan, yang selama ini dikenal sebagai salah satu habitat penting predator laut tersebut. Fenomena ini dikaitkan dengan kehadiran sepasang orca (jenis lumba-lumba) bernama Port dan Starboard, yang dikenal memburu hiu putih dengan mengincar organ hati. Perubahan perilaku akibat orca pemburu hiu putih besar tersebut memunculkan perhatian terhadap pergeseran dominasi predator laut dan dampaknya bagi keseimbangan ekosistem laut.
Dikutip dari BBC, Alison Towner, ahli biologi hiu yang berbasis di Afrika Selatan, menyatakan keterkejutannya pada fenomena tersebut. Hiu putih besar yang menghilang begitu saja membuat area menjadi kosong. Pada Mei 2017 ditemukan bangkai seekor seekor hiu putih besar betina seberat 1.100 kg terdampar di pantai dekat Gansbaai. Organ hatinya yang berbobot 90 kg dan kaya akan nutrisi, hilang dengan presisi bedah.
Dalam bulan-bulan berikutnya, kembali ditemukan lima bangkai hiu lainnya terdampar dengan pola luka yang identik. Pola ini mengarah pada dua orca jantan yang dijuluki Port dan Starboard, yang merujuk pada sirip punggung mereka yang melengkung ke arah yang berlawanan. Paus pembunuh, begitu julukan yang biasa disematkan, telah mengasah taktik perburuan mereka, menargetkan hati hiu putih yang kaya akan energi.
Mengapa Orca Mengincar Hati Hiu Putih Besar?
Meskipun hiu putih besar dan orca (killer whale) sama-sama predator puncak yang berada di posisi teratas rantai makanan, orca memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh hiu: kecerdasan kelompok. Hiu putih adalah hewan soliter (penyendiri), sedangkan orca hidup dan berburu dalam kelompok sosial (pod) yang terorganisasi dan berkomunikasi secara vokal. Kerja sama tim ini memungkinkan mereka untuk menyerang dan melumpuhkan mangsa yang sangat besar dengan efisien.
Perburuan ini bukan hanya sekadar untuk memenuhi rasa lapar. Ini adalah taktik spesifik untuk mendapatkan nutrisi maksimal. Hati hiu putih sangat besar, mencapai 28% dari total bobot tubuhnya, dan 90% volumenya terdiri dari lipid bernutrisi tinggi yang digunakan sebagai bahan bakar migrasi. Orca sangat selektif dan efisien dalam mengambil bagian yang paling berharga ini.
Keistimewaan duo orca Port dan Starboard bahkan lebih mencolok. Pada Juni 2023, Starboard terekam kamera melakukan serangan solo, melumpuhkan dan merobek hati seekor hiu putih muda sendirian hanya dalam waktu kurang dari dua menit. Hal ini membuktikan bahwa orca, dengan kecerdasannya, dapat beradaptasi dan bertindak sebagai pemburu yang sangat canggih, bahkan tanpa kelompok.
Erick Higuera, ahli biologi laut lainnya, mendokumentasikan taktik cerdas “Moctezuma Pod”, kelompok orca yang dipimpin oleh seorang matriark, saat mereka memburu hiu putih muda di Teluk California. Strategi mereka sangat efisien.
• Induksi Kelumpuhan: Orca dengan sengaja membalikkan tubuh hiu putih hingga terlentang. Tindakan ini memicu kondisi tonic immobility, suatu kelumpuhan sementara yang membuat hiu henti gerak dan tidak berdaya dalam waktu kurang dari satu menit.
• Ekstraksi Presisi: Setelah hiu dilumpuhkan, orca dapat dengan mudah membelah perutnya dan mengekstraksi hatinya yang berharga tanpa risiko perlawanan yang berarti.
Perilaku ini merupakan bentuk pembelajaran budaya (cultural learning) yang diturunkan antar-generasi dalam kelompok orca. Perubahan iklim dan pemanasan suhu air laut turut mendorong hiu putih muda masuk ke habitat orca, menciptakan lebih banyak kesempatan bagi orca untuk menerapkan taktik perburuan ini.
Bagaimana Eksodus Hiu Mengubah Ekosistem Laut?
Ketakutan yang ditimbulkan oleh perburuan orca memiliki konsekuensi yang jauh melampaui kematian hiu secara langsung. Eksodus massal hiu putih dari habitat utamanya di Afrika Selatan telah mengubah dinamika ekosistem laut. Fenomena serupa juga tercatat di Pulau Southeast Farallon, California, di mana hiu putih melarikan diri dalam hitungan menit setelah kedatangan orca.
Eksodus ini berdampak pada populasi hewan lain, seperti anjing laut gajah di California, yang perburuannya oleh hiu putih berkurang drastis. Bagi hiu putih di Afrika Selatan yang sudah berada di ambang kepunahan, ancaman baru dari perburuan orca ini semakin memperparah kondisi mereka.
Meskipun perburuan awal hiu putih oleh orca adalah kejadian dari beberapa tahun yang lalu, eksodus massal hiu putih dan dampak ekologis yang ditimbulkannya terus menjadi masalah yang relevan dan terus diamati hingga saat ini. Kehadiran orca sebagai pemburu hiu bukan sekadar kejadian terisolasi, tetapi merupakan pergeseran kekuasaan yang mempengaruhi seluruh ekosistem laut. (bl/sa)




