Poin Penting:
- Sebanyak 15 warga memanfaatkan layanan Pasporia di CFD Tulungagung pada Minggu (11/10/2026).
- Program Imigrasi Blitar tersebut melayani tahapan foto dan wawancara paspor pada akhir pekan.
- Petugas turut memberikan edukasi dan konsultasi tentang prosedur keimigrasian, paspor hilang atau rusak, dan layanan digital.
Bacaini.ID, TULUNGAGUNG – Warga yang ingin mengurus paspor tanpa menunggu hari kerja dapat memanfaatkan layanan Pasporia Imigrasi Blitar di Car Free Day (CFD) Tulungagung. Pada Minggu (11/10/2026), sebanyak 15 warga menggunakan layanan jemput bola Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar untuk menjalani tahapan pengambilan foto dan wawancara paspor.
Para pemohon memanfaatkan layanan Pasporia atau Paspor Ceria untuk mengikuti tahapan pengambilan foto dan wawancara paspor. Kehadiran program layanan paspor hari Minggu tersebut jadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengurus dokumen perjalanan pada hari kerja.
Kepala Kantor Imigrasi Blitar, Aditya Nursanto, mengatakan Pasporia merupakan upaya imigrasi, khususnya Imigrasi Blitar mendekatkan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat melalui pendekatan jemput bola.
“Melalui Pasporia kami berupaya menghadirkan pelayanan keimigrasian yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat. Dengan memanfaatkan momentum Car Free Day, masyarakat tetap bisa mengakses layanan paspor di tengah aktivitas akhir pekan,” ujarnya.
Pasporia merupakan program layanan jemput bola Direktorat Jenderal Imigrasi melalui kantor imigrasi di daerah pada akhir pekan yang pelaksanaanya berlangsung di ruang publik. Kantor Imigrasi Blitar, melaksanakan program Pasporia di momentum CFD Tulungagung.
Selain melayani permohonan paspor, petugas juga memberikan informasi, edukasi, dan konsultasi mengenai persyaratan serta prosedur keimigrasian. Masyarakat dapat berkonsultasi terkait penanganan paspor hilang maupun rusak, sekaligus memperoleh informasi mengenai layanan digital Direktorat Jenderal Imigrasi.
Kehadiran layanan di ruang publik ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan keimigrasian sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai berbagai prosedur yang tersedia. Aditya Nursanto menambahkan, melalui Pasporia pihaknya terus mendorong pelayanan publik yang responsif, adaptif, dan humanis. (sa/edt)




