Bacaini.ID, KEDIRI – Tujuh tahun lalu, Rocky Gerung mengatakan dirinya akan mengkritik Prabowo Subianto hanya 12 menit setelah mantan Danjen Kopassus itu dilantik sebagai presiden.
Jumat, 2 Oktober 2026, Rocky berdiri di Istana Negara, dilantik oleh Prabowo sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Presiden Prabowo melantik jajaran Wantimpres di Istana Negara, Jakarta. Pratikno dipercaya sebagai ketua, Hatta Rajasa sebagai wakil ketua, dan Muhammad Qodari sebagai sekretaris. Rocky Gerung termasuk di antara tokoh yang dilantik.
Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026. Komposisi Wantimpres baru itu mempertemukan sejumlah tokoh dengan latar belakang berbeda, mulai dari mantan pejabat negara, tokoh agama, pengusaha, akademisi hingga pengamat politik.
Masuknya Rocky menjadi perhatian karena selama ini ia dikenal sebagai salah satu pengkritik kebijakan pemerintah.
Janji 12 Menit
Pernyataan “12 menit” itu disampaikan Rocky pada 26 Januari 2019 dalam sebuah deklarasi alumni perguruan tinggi yang mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. Saat itu Rocky mengatakan dirinya adalah pengkritik kekuasaan. Karena itu, jika Prabowo terpilih menjadi presiden, ia mengaku tidak akan berhenti mengkritik.
“Pak Prabowo itu akan saya kritik 12 menit setelah dia dilantik,” kata Rocky ketika itu.
Pernyataan tersebut bukan sekadar kritik terhadap Prabowo sebagai pribadi. Rocky menjelaskan bahwa prinsipnya adalah mengkritik siapa pun yang berada dalam kekuasaan. Ia mengatakan sikap serupa telah dilakukannya terhadap pemerintahan Joko Widodo.
Dalam wawancara dengan Deutsche Welle pada 2019, Rocky bahkan kembali menegaskan bahwa jika Prabowo menang, ia akan tetap mengambil posisi kritis terhadap pemerintah. Menurutnya, oposisi dibutuhkan untuk menjaga ruang politik tetap terbuka.
Kini, tujuh tahun setelah pernyataan itu dibuat, situasinya berubah. Rocky bukan lagi hanya komentator yang mengkritik pemerintah dari luar. Ia telah menjadi bagian dari lembaga resmi yang memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.
Kritik Rocky Terakhir
Sebelum dilantik menjadi Wantimpres, Rocky masih menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Prabowo. Pada Juni 2026, Rocky mendorong Prabowo melakukan perubahan besar terhadap struktur kabinet. Ia menggunakan istilah radical break dan mengusulkan perampingan kabinet secara drastis.
Pada September 2026, kritiknya menyasar sejumlah program pemerintah, antara lain Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih. Namun Rocky ketika itu mengatakan kritiknya bukan ditujukan kepada Prabowo secara pribadi. Ia mengaku ingin kebijakan pemerintah memiliki dasar konstitusional yang lebih kuat.
baca halaman selanjutnya………




