Bacaini.ID, KEDIRI – Pukul 05.30, alarm ponsel Rina berbunyi. Tangannya bergerak mencari ponsel di samping bantal. Alarm dimatikan. Lima menit kemudian berbunyi lagi.
Rina membuka mata, menatap langit-langit kamar, lalu menarik selimut sedikit lebih tinggi. “Senin lagi…”
Bagi Rina, Senin pagi kadang terasa seperti pintu masuk menuju rutinitas yang melelahkan. Padahal Minggu kemarin baru saja selesai. Kemarin ia masih bisa bangun lebih siang, membawa anaknya jalan-jalan, makan siang tanpa terburu-buru, atau sekadar rebahan sambil menonton serial favorit.
Sekarang semuanya kembali seperti biasa. Mandi. Bersiap. Sarapan cepat. Berangkat kerja. Terjebak lalu lintas. Sampai kantor. Membuka laptop. Mengecek email. Dan tiba-tiba, akhir pekan terasa seperti sesuatu yang terjadi terlalu cepat.
Rina bukan satu-satunya yang merasakan hal itu.
Ada istilah Monday blues untuk menggambarkan perasaan tidak bersemangat, berat, atau cemas ketika harus kembali bekerja setelah akhir pekan. Bentuknya bisa bermacam-macam. Ada yang sulit bangun, malas berangkat, sulit berkonsentrasi, atau sejak Minggu malam sudah memikirkan pekerjaan Senin.
baca ini: Setelah Kenal Kota Orang, Warga Kota Kediri Jadi Makin Banyak Tuntutan
Menariknya, kadang yang membuat Senin terasa berat bukan pekerjaannya sendiri. Tetapi cara kita memulai Senin.
Jangan Membawa Kantor ke Minggu Malam
Minggu malam, pukul 21.30. Rina sedang duduk di ruang keluarga ketika ponselnya berbunyi. Pesan masuk dari grup kantor. Ia membuka pesan itu.
Hanya informasi sederhana tentang rapat Senin pagi. Tetapi setelah membacanya, pikirannya langsung bekerja. “Besok presentasi. File-nya sudah benar belum, ya?”
Ia membuka laptop. Awalnya hanya ingin mengecek file selama lima menit. Tanpa sadar, hampir satu jam berlalu. Padahal tidak ada yang memintanya bekerja malam itu.
baca halaman selanjutnya…….




