Bacaini.ID, KEDIRI – Ada sebuah paradoks menarik di tengah kebiasaan Gen Z. Generasi yang sering disebut lebih suka menggulir TikTok, Instagram, Threads, atau menonton YouTube ketimbang membaca buku, ternyata menunjukkan ketertarikan pada seorang tokoh yang justru tidak sederhana, Tan Malaka.
Namanya muncul dalam video pendek, podcast, utas, kutipan Instagram, sampai berbagai konten yang membahas pemikirannya. Lantas apakah Gen Z benar-benar sedang membaca Tan Malaka, atau sebenarnya hanya sedang mengonsumsi “image Tan Malaka”?
Jawabannya mungkin tidak sesederhana ya atau tidak.
Tan Malaka Masuk Lewat Layar
Bagi generasi sebelumnya, mengenal Tan Malaka mungkin dimulai dari buku sejarah, perpustakaan, atau membaca Madilog. Bagi sebagian Gen Z, jalannya bisa berbeda. Mereka mungkin pertama kali mengenal Tan Malaka dari sebuah video berdurasi satu menit.
Tentang seorang revolusioner yang hidup berpindah-pindah. Tentang pemikir yang pernah berselisih dengan banyak kelompok politik. Tentang seseorang yang akhirnya meninggal di Selopanggung, Kediri.
Satu video memunculkan rasa penasara, lalu muncul video lain, kemudian podcast, disusul kutipan. Barangkali setelah itu baru muncul pertanyaan, “Sebenarnya Tan Malaka menulis apa?”
Di sinilah media sosial memiliki peran yang menarik. Media sosial mungkin tidak membuat seseorang langsung membaca buku. Tetapi ia bisa menjadi pintu pertama menuju buku.
Tan Malaka yang beredar di media sosial belum tentu sama dengan Tan Malaka yang ada di dalam buku. Di media sosial, tokoh sejarah mudah berubah menjadi karakter.
Tan Malaka bisa tampil sebagai simbol pemberontakan, keberanian, idealisme, perlawanan terhadap kekuasaan, atau sekadar sosok intelektual yang “keren” untuk dikutip. Foto hitam putih, kutipan tajam, musik dramatis, dan sebuah caption tentang perlawanan. Selesai.
Padahal Tan Malaka jauh lebih rumit daripada beberapa kutipan yang beredar di media sosial. Membaca Madilog, misalnya, tentu berbeda dengan membaca kutipan Tan Malaka di Instagram. Memahami perjalanan politiknya juga berbeda dengan menonton video pendek berdurasi beberapa menit.
baca halaman selanjutnya………




