Poin Penting:
- Elim Tyu Samba terpilih sebagai Ketum KONI Kota Blitar 2026-2031 dengan 24 suara, mengungguli Ratih Dewi Indarti yang memperoleh 20 suara.
- Musorkotlub sempat diwarnai kericuhan dan protes sejumlah cabor terkait verifikasi peserta serta tata tertib pemilihan.
- Usai terpilih, Elim berkomitmen membenahi KONI dan segera mempersiapkan kontingen Kota Blitar menghadapi Porprov 2026.
Bacaini.ID, BLITAR – Wakil Wali Kota Blitar (Wawali) Elim Tyu Samba memenangkan pemilihan Ketua Umum KONI Kota Blitar 2026-2031 dalam Musorkotlub di Balai Kota Kusumo Wicitro Selasa (22/9/2026). Di proses pemilihan Ketum KONI Kota Blitar yang sempat diwarnai kericuhan tersebut, Elim meraih 24 suara cabang olahraga (cabor). Sedangkan Ratih Dewi Indarti, rivalnya mendapat 20 suara.
Elim Tyu Samba menyebut kemenangannya sebagai awal baru perjalanan olahraga di Kota Blitar. “Ini bukan akhir. Ini merupakan formalitas yang harus kita Jalani. Tetapi tugas kita sebetulnya adalah untuk mencetak prestasi-prestasi olahraga di Kota Blitar,” ujar Elim Tyu Samba usai pemilihan Selasa (22/9/2026).
Proses Musorkotlub KONI Kota Blitar diketahui berlangsung menegangkan. Sejak pagi puluhan orang yang diduga para pendukung kedua bacalon Ketum KONI Kota Blitar mendatangi Balai Kota Kusuma Wicitra. Sebanyak 145 personil gabungan diterjunkan untuk melakukan penjagaan. Kapolres Blitar juga terlihat di lokasi.
Kericuhan terjadi saat proses verifikasi oleh panitia Musorkotlub terhadap siapa-siapa yang diizinkan masuk ke ruang pemilihan. Adanya pembatasan hanya satu orang dinilai melanggar tata tertib (tatib). Tiga perwakilan cabor, yakni IMI, Jujitsu dan Percasi menyampaikan protes keras.
Menurut mereka, sesuai tatib setiap cabor bisa mengirimkan tiga orang ke dalam ruangan. Terjadi adu mulut dan sempat disusul aksi saling dorong. Beberapa orang yang terlanjur panas sempat menggedor pintu ruangan. Ketegangan di luar ruangan tersebut untungnya berhasil diredam dengan melakukan skors.
Selama masa skors muncul protes dari sejumlah perwakilan cabor yang meminta Musorkotlub dibatalkan atau ditunda karena tim panitia diduga melakukan sejumlah manipulasi yang menyimpangi AD/ART organisasi KONI. Namun usai masa skors proses pemilihan tetap dilanjutkan.
Satu persatu cabor menggunakan hak pilihnya. Hasil perhitungan terakhir dari seluruh suara yang terkumpul, Wawali Elim Tyu Samba dinyatakan sebagai pemenang pemilihan Ketum KONI 2026-2031. Dalam keterangannya setelah terpilih, Elim juga mengajak semua untuk kembali merapikan barisan, menggaungkan olahraga di Kota Blitar.
“Mari kita bersama-sama kembali merapikan barisan. Merapikan PR PR yang ada di KONI. Terlebih ini belum kepengurusan,” ajaknya.
Terkait anggaran dana hibah Rp2,8 miliar dan sekretariat KONI yang sebelumnya menjadi persoalan, Elim mengatakan akan berkomunikasi dengan Pemkot Blitar. Komunikasi yang sudah berjalan akan diperbaiki lebih baik. Sebagai mitra, KONI akan mengikuti apa yang dikehendaki Pemkot Blitar.
Sebab ajang Porprov 2026 kata dia sudah semakin dekat. Karenanya KONI Kota Blitar perlu segera melakukan persiapan. “Tentu saja kami akan menjalin komunikasi dengan baik (dengan Pemkot Blitar). Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagi kita semua KONI Kota Blitar,” pungkas Elim.
Sebelumnya Ketua Percasi Kota Blitar Moh Trijanto menilai panitia Musorkotlub telah melakukan tahapan-tahapan yang manipulatif. Panitia dinilai telah menyimpangi AD/ART, salah satunya terkait dengan tata tertib (tatib) dan undangan cabor.
Kemudian Tim Panitia Penjaringan dan Penyaringan (TPP) sejak awal tidak pernah melibatkan cabor. Tidak pernah menyelenggarakan rakerkot yang melibatkan cabor, yang itu diatur dalam AD/ART. Trijanto menegaskan, jika prosedur cacat hukum, maka hasilnya juga cacat hukum.
“Karenanya kami akan melayangkan nota keberatan, meminta KONI Provinsi membatalkan atau menunda Musorkotlub KONI Kota Blitar,” tegasnya. (sa/edt)




