• Login
Bacaini.id
Monday, September 14, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Pemerintah Kelimpungan Memberantas Rokok Ilegal, Padahal yang Bikin Ribet Ya Pemerintah Sendiri

Pemerintah sibuk memberantas rokok ilegal, padahal yang bikin pasar gelap tumbuh subur ya kebijakan mereka sendiri. Ironi yang berasap, tapi bukan dari kretek, dari logika yang terbakar

ditulis oleh Hari Tri Wasono
14 September 2026 17:40
Durasi baca: 3 menit
dbhcht 2025 di blitar

Ilustrasi rokok polos (foto: freepik)

Reporter: Hari Tri Wasono | Editor: Editor

Bacaini.ID, KEDIRI – Kalau bicara soal rokok ilegal, jangan buru-buru nyalahin warung kopi di pojokan kampung. Masalahnya jauh lebih kompleks dari sekadar bungkus rokok tanpa pita cukai yang dijual separuh harga.

Karena kalau mau jujur, yang bikin rokok ilegal tumbuh subur itu bukan cuma konsumen yang cari murah, tapi juga pemerintah yang rajin bikin kebijakan kayak eksperimen kimia. Niatnya menekan, hasilnya malah meledak.

Setiap tahun, cukai rokok naik. Alasannya klasik, demi kesehatan masyarakat dan menekan konsumsi.

Tapi di balik dalih mulia itu, ada aroma kebutuhan kas negara yang makin menipis. Tahun 2020 cukai naik 23 persen, 2021 naik lagi 12,5 persen, dan seterusnya. Pemerintah kayak orang yang kehabisan ide cari duit, akhirnya yang ditekan ya industri tembakau.

Padahal, dari sektor ini negara dapat pemasukan gede banget. Tahun 2021 saja, penerimaan cukai hasil tembakau tembus Rp188 triliun. Ironisnya, makin tinggi cukai, makin mahal rokok legal, makin subur rokok ilegal.

baca ini:

  • Jaringan di Balik Rokok Murah Legal, Kebijakan Cukai Untuk Siapa
  • Profil Haji Her Jejak Bisnis dan Relasi Kekuasaannya

Logika pasarnya sederhana, kalau harga naik, orang cari alternatif. Dan alternatif paling gampang ya rokok tanpa cukai, alias ilegal.

Di warung kopi, rokok ilegal bukan barang langka. Separuh harga, rasa mirip, bungkusnya keren. Dalam kondisi ekonomi yang seret, siapa yang mau beli rokok legal dua kali lipat lebih mahal? Pemerintah mungkin lupa, daya beli rakyat itu bukan variabel yang bisa dinaikkan lewat pidato.

Masalahnya, pemerintah sibuk menindak tapi nggak pernah introspeksi. Mereka bikin kebijakan yang menciptakan celah, lalu sibuk menutup celah itu dengan razia. Akibatnya, penindakan rokok ilegal jadi kayak main whack-a-mole, satu ditindak, dua muncul lagi.

Kenaikan cukai yang katanya untuk “mengendalikan konsumsi” malah menciptakan insentif ekonomi bagi pelaku ilegal. Ketika selisih harga makin lebar, pelanggaran jadi lebih menguntungkan. Dan di situ, aparat, politisi, dan pejabat mulai ikut nimbrung. Lengkap sudah, dari meja birokrasi sampai meja warung, semua dapat bagian asapnya.

Kalau pemerintah terus-terusan menekan industri tembakau, jangan kaget kalau yang tumbuh bukan kesadaran kesehatan, tapi pasar gelap. Karena rokok ilegal bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi cermin dari kebijakan yang pincang.

Mereka sibuk mengejar bayangan, padahal bayangan itu muncul dari lampu yang mereka nyalakan sendiri.

Selama pemerintah masih berpikir bahwa menaikkan cukai adalah solusi segala hal, maka rokok ilegal akan terus jadi bisnis yang menguntungkan. Pada akhirnya, yang rugi bukan cuma negara, tapi juga buruh linting, petani tembakau, dan kota-kota yang hidup dari industri ini.

Kalau begini terus, jangan-jangan nanti yang disebut “rokok legal” tinggal sejarah, sementara “rokok ilegal” jadi sponsor utama warung kopi.(htw/edt)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Tags: cukai rokokrokok ilegal
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Foto oleh Timur M di Unsplash

Tugboat TB MT20 1301 Tenggelam di Bawean, 8 ABK Bertahan di Tongkang Hanyut

Suahasil Nazara memberikan keterangan seusai dilantik sebagai Menteri Keuangan di Jakarta, Senin, 14 September 2026. Foto: BPMI Setpres/Kris

Gantikan Purbaya Sebagai Menteri Keuangan, Suahasil Nazara Janji Jaga Kredibilitas APBN

dbhcht 2025 di blitar

Pemerintah Kelimpungan Memberantas Rokok Ilegal, Padahal yang Bikin Ribet Ya Pemerintah Sendiri

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In