Bacaini.ID, TRENGGALEK – Musim kemarau menjadi momentum yang dinilai tepat untuk mempercepat pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Trenggalek.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mendorong proyek yang mendapat dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun pembiayaan lainnya segera dituntaskan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah peningkatan ruas jalan Pandean–Malasan di Kecamatan Durenan, yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung.
Berdasarkan data dinas terkait, proyek tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp6,8 miliar untuk penanganan jalan sepanjang 5,6 kilometer. Pekerjaan ditargetkan berlangsung selama 120 hari, mulai 27 Juli hingga 23 November 2026.
“Ini kan ruas perbatasan Tulungagung-Malasan. Untuk ruas ini nilainya sekitar Rp6,8 miliar dan sudah melalui proses lelang,” kata Doding.
Selain Pandean–Malasan, DAK juga digunakan untuk peningkatan ruas Lotekol–Malasan sepanjang sekitar 2,7 kilometer dengan nilai kontrak Rp3,9 miliar. Pekerjaan tersebut memiliki target penyelesaian yang sama, yakni 23 November 2026.
Dukungan DAK juga diberikan untuk pembangunan Jembatan Kembangsore di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pule. Jembatan senilai sekitar Rp5,577 miliar itu akan menghubungkan Dusun Bangunsari dengan Perempatan Pule dengan masa pelaksanaan 140 hari, mulai 24 Juli hingga 13 Desember 2026.
Menurut Doding, proyek tersebut menjadi bukti dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur Trenggalek. Ia berharap seluruh pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan menghasilkan infrastruktur yang berkualitas.
Tak hanya proyek DAK, Doding juga menyebut pekerjaan yang bersumber dari pinjaman daerah kini telah memasuki tahap lelang. Ia berharap segera ditetapkan pemenang sehingga pekerjaan dapat dimulai.
“Tadi kita konfirmasi ke Kepala Dinas PUPR bahwa proses untuk yang pinjaman itu sekarang sudah masuk tahap lelang. Mudah-mudahan segera ada pemenangnya sehingga bisa segera dikerjakan,” ujarnya.
Doding menilai kondisi kemarau saat ini menjadi keuntungan tersendiri bagi pekerjaan jalan, terutama konstruksi hotmix. Cuaca yang relatif kering memungkinkan proses pengaspalan dilakukan lebih optimal.
Saat meninjau langsung pekerjaan, ia menilai progres pengerjaan cukup baik. Menurutnya, temperatur aspal menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas hotmix.
“Kalau kualitas hotmix itu bagus tidaknya dari kualitas kadar aspalnya dan panasnya. Kalau masih panas dan digelar seperti ini masih bagus,” jelasnya.
Ia berharap proyek-proyek tersebut tidak sekadar selesai tepat waktu, tetapi juga menghasilkan jalan dan jembatan yang kuat, aman, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.(abi/adv)




