Bacaini.ID, KEDIRI – Harga telur ayam beberapa pekan terakhir sedang murah, dan karenanya stok untuk kebutuhan dapur rumah tangga lumayan melimpah. Telur jadi salah satu bahan makanan paling sering dikonsumsi karena praktis dan bergizi. Namun kendati demikian ada ancaman kontaminasi bakteri Salmonella jika tidak tepat cara menyimpannya.
Pemahaman yang benar cara memilih, menyimpan, hingga mengolah telur secara higienis sangat dibutuhkan oleh setiap rumah tangga. Dengan demikian hal itu dapat mencegah terjadinya risiko keracunan makanan, sehingga telur tetap aman dikonsumsi.
Mengenal Bahaya Bakteri Salmonella pada Telur
Salmonella merupakan kelompok mikroorganisme patogen yang menjadi salah satu penyebab utama penyakit bawaan makanan atau foodborne illness di berbagai belahan dunia. Infeksi akibat bakteri ini dikenal dengan istilah salmonellosis, yang menyerang saluran pencernaan manusia. Bakteri Salmonella dapat masuk ke dalam tubuh ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh kotoran hewan atau lingkungan yang terpapar bakteri tersebut.
Pada produk telur, kontaminasi Salmonella dapat terjadi melalui dua cara utama. Cara pertama adalah kontaminasi eksternal, yaitu ketika cangkang telur bersentuhan langsung dengan kotoran ayam, kandang yang kurang bersih, atau peralatan penanganan yang tidak higienis selama proses pengumpulan. Bakteri dapat menempel di permukaan cangkang yang pori-porinya mikroskopis.
Cara kedua adalah kontaminasi internal, yang terjadi jika ayam induk telah terinfeksi sebelum cangkang telur terbentuk di dalam tubuhnya, sehingga bakteri sudah berada di dalam bagian kuning atau putih telur.
Gejala klinis dari infeksi Salmonella biasanya mulai muncul dalam rentang waktu enam jam hingga enam hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.
Penderita umumnya akan merasakan kram perut yang hebat, diare berair, demam tinggi, mual, hingga muntah. Meskipun sebagian besar orang dengan sistem kekebalan tubuh yang normal dapat pulih dalam beberapa hari tanpa perawatan medis intensif, infeksi ini bisa menjadi sangat berbahaya bahkan berakibat fatal bagi kelompok rentan. Kelompok yang harus ekstra waspada meliputi anak-anak balita, wanita hamil, lansia, serta individu yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah akibat kondisi medis tertentu.
Cara Memilih Telur Ayam yang Aman
Pencegahan terhadap risiko infeksi Salmonella harus dimulai sejak tahap pertama berbelanja telur. Saat memilih telur, pastikan selalu kondisi fisik dan lingkungan penyimpanan tempat telur tersebut dijual. Hindari membeli telur yang diletakkan di tempat terbuka dengan suhu ruangan yang panas dalam waktu lama.
Teliti dengan cermat kondisi cangkang setiap butir telur. Hindari telur yang memiliki cangkang retak, pecah, atau tampak bernoda kotoran tebal. Cangkang yang retak adalah jalur tol utama bagi bakteri Salmonella dari luar untuk menembus masuk langsung ke dalam bagian putih dan kuning telur.
Tips Menyimpan Telur yang Benar
Penanganan penyimpanan memegang peranan krusial untuk menjaga agar telur tetap higienis dan terhindar dari kontaminasi silang. Segera pindahkan telur ke dalam kulkas, terutama jika telur tersebut sebelumnya dipajang di rak pendingin toko.
Suhu kulkas yang ideal untuk menyimpan telur adalah sekitar 4 derajat Celsius atau lebih rendah secara konsisten. Tempat penyimpanan terbaik adalah di dalam kompartemen atau bagian utama badan kulkas, bukan di rak yang menempel pada pintu kulkas. Rak pintu kulkas sering mengalami fluktuasi suhu yang cukup drastis setiap kali pintu dibuka dan ditutup, yang dapat mempercepat penurunan kualitas telur.
Hindari mencuci telur sebelum dimasukkan ke dalam kulkas kecuali jika berencana untuk langsung mengolahnya saat itu juga. Cangkang telur memiliki lapisan pelindung alami tipis bernama kutikula yang berfungsi mencegah masuknya bakteri dari luar. Mencuci telur mentah justru dapat merusak lapisan kutikula tersebut dan mendorong kelembapan serta bakteri masuk lewat pori-pori cangkang.
Jika cangkang telur tampak sangat kotor, cukup mengelapnya secara perlahan dengan kain kering yang bersih sebelum menyimpannya.
Cara Mengolah Telur yang Benar dan Aman
Pengolahan makanan yang higienis dan matang sempurna adalah benteng pertahanan terakhir yang paling ampuh untuk mematikan bakteri Salmonella. Bakteri ini tidak tahan terhadap panas yang tinggi, sehingga proses memasak yang tepat akan melumpuhkan mereka dengan tuntas.
Saat memasak telur, pastikan bagian putih dan kuning telur benar-benar matang dan mengeras. Hindari mengonsumsi telur dalam keadaan setengah matang, berair, atau mentah, kecuali menggunakan produk telur khusus yang sudah melalui proses pasteurisasi.
Proses pasteurisasi adalah teknik pemanasan terkontrol yang dirancang khusus untuk membunuh bakteri patogen tanpa harus memasak telur hingga matang sepenuhnya. Produk telur pasteurisasi sangat aman digunakan untuk membuat resep makanan yang tidak melalui proses pemanasan lanjutan, mayones buatan sendiri.
Jika ingin merebus telur, pastikan air mendidih dalam waktu yang cukup lama hingga bagian kuning telur memadat dengan sempurna. Untuk hidangan telur mata sapi atau telur dadar, pastikan kedua sisi telur matang merata dan tidak ada bagian cairan kuning telur yang masih mentah, terutama jika makanan tersebut akan dikonsumsi oleh anak-anak atau lansia.
Cara Mencegah Kontaminasi Silang di Dapur
Kontaminasi silang merupakan salah satu penyebab tersembunyi yang sering memicu penyebaran bakteri Salmonella di lingkungan rumah tangga. Kontaminasi silang terjadi ketika bakteri berpindah dari permukaan telur mentah atau cangkangnya ke makanan lain yang siap santap, peralatan masak, atau tangan Anda.
Untuk mencegah hal ini, biasakan selalu mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun antiseptik sebelum dan sesudah memegang telur mentah. Jangan pernah meletakkan telur mentah atau wadahnya di atas permukaan meja dapur yang bersih tanpa alas, atau di dekat makanan lain yang dikonsumsi tanpa dimasak terlebih dahulu seperti sayuran salad atau buah-buahan segar.
Gunakan talenan, pisau, dan wadah yang terpisah khusus untuk bahan makanan mentah dan bahan makanan matang. Setelah selesai menyiapkan hidangan yang menggunakan telur mentah, segera bersihkan dan cuci bersih seluruh peralatan dapur, piring, serta permukaan meja menggunakan air panas dan sabun pencuci piring antibakteri.
Perlu diingat juga untuk tidak membiarkan hidangan matang yang mengandung unsur telur berada di suhu ruang selama lebih dari dua jam, karena bakteri dapat berkembang biak dengan sangat cepat di zona suhu bahaya. Segera masukkan sisa makanan berunsur telur ke dalam kulkas jika tidak langsung dihabiskan. (bl/sa)




