Poin Penting:
- Sebanyak 556 cabang dan wilayah NU telah dinyatakan lolos verifikasi dan berhak mengikuti Muktamar ke-35 NU di Ponpes Tambakberas Jombang. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah maksimal lima peserta
- Peserta muktamar berasal dari berbagai wilayah Indonesia hingga cabang istimewa NU di luar negeri. Seluruh peserta telah melewati proses verifikasi administrasi
- Panitia Lokal menegaskan sikap netral dan mengambil kendali pengamanan kawasan inti, termasuk Ring 1 saat sidang pleno. Peserta juga diimbau menjaga adab dan mengutamakan kepentingan organisasi
Bacaini.ID, JOMBANG – Sebanyak 556 kepengurusan wilayah dan cabang telah dinyatakan lolos verifikasi dan berhak menjadi peserta Muktamar ke-35 NU di Ponpes Tambakberas Jombang. Dimungkinkan jumlah masih bertambah lima peserta lagi.
“Sudah diputuskan 556 cabang dan wilayah yang berhak mengikuti Muktamar Ke-35 NU, dan ada potensi bertambah lagi, maksimal lima,” ujar Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni Minggu (23/8/2026).
Para muktamirin yang telah terdaftar tersebut diketahui berasal dari berbagai daerah, mulai Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Kemudian juga NU cabang Istimewa yang berada di berbagai negara. Setiap peserta telah melewati proses verifikasi administrasi.
Panlok Muktamar NU Kembali Tegaskan Netral
KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq Ketua Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 NU menegaskan, pihaknya (Panlok) memegang kendali pengamanan pada kawasan inti. Sejak awal dirinya juga telah menegaskan netral, memilih berada di luar kepentingan kontestasi.
“Saya dari awal sudah menyampaikan bahwa saya netral,” kata Gus Rozaq.
Panitia Lokal bertugas memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib, terutama saat muktamar memasuki tahapan penting seperti registrasi, pembahasan tata tertib, agenda organisasi, hingga sidang pleno. Semua pengamanan dari panitia lokal.
Sementara pengamanan khusus Muktamar ke-35 NU akan diterapkan di Ring 1, terutama ketika sidang pleno berlangsung dan forum memasuki agenda-agenda strategis. Gus Rozaq memastikan personel yang bertugas di kawasan tersebut berasal dari unsur keamanan Pondok Pesantren Bahrul Ulum dan Panitia Lokal.
“Panitia lokal yang akan mengambil keamanan di Ring 1 dan ketika nanti pleno, itu harus dari keamanan Pondok Pesantren Bahrul Ulum atau panitia lokal,” ungkapnya.
Gus Rozaq juga mengimbau kepada para muktamirin untuk tetap menjunjung adab, etika, dan tata krama selama berada di lingkungan pesantren. Sebab perbedaan pilihan dan pandangan merupakan hal yang wajar dalam NU. Seluruh peserta diharapkan tetap menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. (sya/sa)




