• Login
Bacaini.id
Monday, August 17, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Bakso Unik Cak Ni di Blitar, Kuah Soto Resep Madura, Jualan Sejak 1988

Bakso Unik Cak Ni Blitar menggunakan kuah soto resep Madura dan telah dijual di sekitar Makam Bung Karno sejak 1988

ditulis oleh Solichan Arif
17 August 2026 15:55
Durasi baca: 3 menit
Bakso Unik Cak Ni Blitar dengan kuah soto resep Madura

Bakso Unik Cak Ni di Kota Blitar menggunakan kuah soto resep Madura dan telah dijual sejak 1988 (foto/Bacaini.id)

Reporter: Solichan Arif | Editor: Editor

Bacaini.ID, BLITAR — Jarang ada bakso memakai kuah soto, dan mungkin satu-satunya di Kota Blitar, Jawa Timur. Persisnya di sebelah Selatan Makam Proklamator Soekarno yang sejak 15 Agustus 2026 oleh Pemkot Blitar dibuka 24 jam, rombong jualan dengan ‘coretan’ frasa Bakso Unik itu biasa mangkal.

Baca Juga: Anas Urbaningrum Pilih Menikmati Bakso Sukowati daripada Bertemu SBY

Buka mulai pukul 1 siang, dan habis tidak habis tutup jam 5 sore, Suparman alias Cak Ni mengoperasikan usahanya secara mandiri. Termasuk mendorong pulang pergi rombong bakso dari tempat tinggalnya di Jalan Borobudur Sananwetan yang berjarak lumayan, ia kerjakan seorang diri.

“Termasuk belanja ke pasar dan meracik bumbu bakso juga saya lakukan sendiri. Semua yang terkait dengan usaha, terutama memasak, saya lakukan sendiri,” tuturnya kepada Bacaini.id sebelum perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Senin ini (17/8/2026).

Bakso Unik Cak Ni Blitar Punya Kuah Soto Resep Madura

Bisa dikatakan laris. Belum lama rombong Bakso Unik Cak Ni mangkal di tempatnya, pelanggan datang silih berganti. Satu datang, dua pergi. Tiga datang, satu pergi dan kebanyakan dibungkus. Orang Jawa mengistilahkannya lumintu.

Baca Juga: Rawon Terenak di Sudut Gang Kecil Kota Blitar: Wajib Coba!

Kuah bakso Cak Ni memang beda. Warnanya kekuningan. Aromanya soto. Ada rajangan sayuran sawi bercampur kecambah mirip kecambah tahu campur Lamongan. Cita rasa kuahnya sedap. Begitu juga dengan gorengan dan pentol dagingnya. Oke.

“Alhamdulillah. Setiap hari rata-rata terjual 40 porsi. Kalau hari Sabtu dan Minggu bisa sampai 60 porsi,” kata Suparman sembari meracik bakso pesanan.

Gagasan membuat bakso berkuah soto tidak datang ujug-ujug. Ide itu, kata Suparman berawal dari kegagalan. Sebelumnya ia pernah dagang soto bening. Mungkin karena cita rasanya kurang sip, sotonya cenderung kurang laku.

Hingga suatu hari dirinya bertemu orang Madura. Entah kenapa, yang bersangkutan tiba-tiba memberinya resep soto Madura berbahan herbal, dan oleh Suparman langsung dicobanya. “Jadi bakso berkuah soto ini resepnya dari Madura,” kenangnya.

Jualan Bakso Sejak 1988 di Sekitar Makam Bung Karno

Suparman yang akrab disapa Cak Ni memiliki lima anak dengan enam cucu. Salah satu anaknya yang sudah berkeluarga menetap di Banyuwangi. Sementara anak dan cucunya yang lain tinggal bersamanya di Jalan Borobudur Kota Blitar.

Baca Juga: Cicipi Kelezatan Rawon Bu Lisa di Kota Blitar, Resep Legendaris Warisan Wak Seneng

Suparman mengaku jualan bakso di sebelah kompleks Makam Bung Karno sejak tahun 1988. Sejak harga per porsi 15 rupiah hingga sekarang Rp10 ribu. Awalnya mangkal di sebelah Utara makam. Kemudian sejak dibangun city walk (2017-2018) bergeser ke Selatan sampai sekarang.

Sebelum menekuni mata pencaharian sebagai pedagang kuliner di komplek makam Bung Karno, Suparman sempat tinggal di daerah Bunul Malang, bekerja di kantor Catatan Sipil dan kemudian pulang ke Blitar.

Ia sempat banting stir menjadi kondektur bus. Selama 19 tahun menjelajahi jalanan, dengan trayek Blitar – Malang, Trenggalek hingga Banyuwangi. Saat itu terminal bus di Kota Blitar masih di belakang Pasar Legi.

Saat mengenang masa itu, ingatan Suparman masih menyimpan nama-nama bus yang pernah dikondekturinya. Disebutnya satu-satu. “Tentrem, Pembaruan, Sinar Jaya dan terakhir ikut Harapan Jaya,” kenangnya. (sa/edt)

Google News Lihat Berita Bacaini.id di Google News
Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: baksobakso cak nibakso unikblitarkota Blitarkulinerkuliner Blitarresep madurasoto
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kepala DLHKP Kota Kediri Indun Munawaroh memberi penjelasan Taman Prameswati. Foto: IG@dlhkp_kotakediri

Ini Penjelasan DLHKP Kota Kediri Tentang Penamaan Taman Prameswati

Susilo Bambang Yudhoyono. Foto IG@aniyudhoyono

SBY Tak Hadir Upacara Kemerdekaan, Sampaikan Pesan dari Amerika

Bakso Unik Cak Ni Blitar dengan kuah soto resep Madura

Bakso Unik Cak Ni di Blitar, Kuah Soto Resep Madura, Jualan Sejak 1988

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In