Bacaini.ID, BLITAR — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Blitar Jawa Timur Sabtu (8/8/2026) dimeriahkan acara lomba gerak jalan umum. Kostum koboi dan pelari kalcer (culture) dari peserta asal Kelurahan Karanglo Kecamatan Sananwetan telah mencuri perhatian.
Kostum koboi oleh regu perempuan menggambarkan ketangguhan para perempuan. Terlebih pada situasi yang serba sulit ini. Para perempuan, khususnya di Kota Blitar dituntut bisa sekuat dan seulet koboi: mengurus rumah tangga, anak, suami dan ekonomi.
“Dan itu tergambar jelas pada yel-yelnya,” tutur Dono Trisusilo, Ketua RT2 RW 13 Kelurahan Karanglo Kecamatan Sananwetan yang juga sekaligus penggagas tema kostum yang dipilih Sabtu (8/8/2026).
Sementara kostum pelari kalcer oleh peserta laki-laki dengan model busana senam kesegaran jasmani (SKJ), membawa pesan yang kurang lebih sama. Masyarakat diajak untuk tidak mudah mengeluh menghadapi situasi saat ini.
Diibaratkan pelari kalcer, harus terus bergerak, bekerja keras, berikhtiar agar tidak teringgal secara ekonomi, dan terus sehat. “Karena urusan negara sudah ada yang memikirkan. Kita tetap fokus kerja keras dan hendaknya tidak mudah berkeluh kesah,” tambahnya.
Baik kostum koboi maupun pelari kalcer merupakan hasil swadaya warga sendiri. Menariknya lagi, kedua regu gerak jalan umum asal Kelurahan Karanglo tersebut sengaja tidak membawa bekal makanan dan minuman. Mereka memilih berbelanja di pedagang sekitar lokasi.
Menurut Dono Trisusilo, dengan belanja makanan dan minuman di sekitar lokasi lomba mereka telah ikut membantu melarisi dagangan UMKM yang ada. “Setidaknya kita ikut membantu UMKM, meskipun juga tidak seberapa,” jelasnya.
Pada perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun 2026 RT 2 RW 13 Kelurahan Karanglo Kecamatan Sananwetan mengeluarkan dua regu gerak jalan dengan total 48 peserta. RT 2 RW 13 diketahui rutin berpartisipasi di acara yang diselenggarakan Pemkot Blitar tersebut.
Penulis: Solichan Arif




