Poin Penting:
- PWNU Jawa Timur resmi menugaskan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) maju sebagai kandidat Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU dengan dukungan 42 dari 45 PCNU se-Jatim
- Gus Kikin dinilai memiliki pengalaman organisasi, pesantren, dan kepemimpinan yang lengkap serta membawa visi mengembalikan NU pada pedoman Qanun Asasi KH Hasyim Asy’ari
- Selain mengusung Gus Kikin, PWNU Jatim bersama PCNU juga mengusulkan 16 nama ulama sebagai anggota AHWA untuk memilih Rais Aam Syuriyah PBNU
Bacaini.ID, SURABAYA – KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim ditugaskan maju sebagai kandidat ketua umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU di Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Sosoknya yang teduh, tidak gaduh, mengedepankan ukhuwah, berpengalaman dan ingin mengembalikan NU pada pedoman Qanun Asasi rumusan KH Hasyim Asy’ari, jadi alasan PWNU Jatim memberi penugasan.
BACA JUGA: Penginapan Gratis Untuk Penggembira Muktamar ke-35 NU Jombang Sudah Ludes
“Selain dzurriyah, Kiai Kikin (KH Abdul Hakim Mahfudz) juga memiliki pengalaman organisasi di PBNU dan PWNU,” ujar Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir dalam taujihad pada rapat koordinasi PWNU-PCNU se-Jatim Selasa (21/7/2026).
“Juga beliau memiliki pengalaman yang lengkap dalam organisasi, kaderisasi, pesantren, bisnis, jadi secara ekonomi juga sudah selesai, sehingga tidak memikirkan untung dalam organisasi, tapi justru memikirkan upaya menghidupkan organisasi menjadi modern berbasis moralitas dan kebangsaan. Sosoknya juga teduh, tidak gaduh, dan mementingkan ukhuwah,” tambahnya.
Juga disampaikan, penugasan Gus Kikin maju sebagai kandidat Ketua Umum PBNU adalah hasil rapat pengurus syuriyah dan tanfidziyah PWNU Jatim yang didukung 42 dari 45 pengurus cabang NU (PCNU) se-Jatim. Ditegaskan Abdul Matin Djawahir, penugasan maju di Muktamar ke-35 NU bukan kehendak PWNU atau pribadi.
“Jadi, penugasan Kiai Kikin itu bukan kehendak PWNU atau pribadi, tapi kesepakatan dalam beberapa kali rapat harian PWNU dan rapat koordinasi dengan PCNU kali ini juga sepakat untuk satu barisan,” tegasnya.
Dalam rapat koordinasi yang tak dihadiri tiga PCNU Kepulauan, yakni Bawean, Kangean, dan Masalembu, Abdul Matin Djawahir menjelaskan penugasan tersebut merupakan kesepakatan bersama. Termasuk adanya keinginan Gus Kikin mengembalikan NU pada pedoman Qanun Asasi yang dirumuskan KH Hasyim Asy’ari.
Usulan 16 Nama AHWA
Selain penugasan majunya Gus Kikin, pertemuan koordinasi menjelang muktamar itu juga mengusulkan 16 nama kyai/ulama yang masuk AHWA (Ahlul Halli Wal Aqdi) atau masyayikh yang berhak memilih Rais Aam Syuriyah PBNU dan menjadi penasehat ketika Rais Aam memilih sejumlah bakal calon Ketum PBNU.
BACA JUGA: Kiai di Jombang Harap Ketum PBNU Terpilih Bawa NU Bermartabat dan Berkah
Ke-16 ulama AHWA usulan PWNU Jatim bersama PCNU adalah KH Anwar Mansyur (Jatim), KH Makruf Amin (Banten), KH Nurul Huda (Jatim), KH Mustofa Bisri (Jateng), KH Miftahul Ahyar (Jatim), KH. Anwar Iskandar (Jatim), KH Afifuddin Muhajir (Jatim), KH. Said Aqil Siroj (Jakarta), KH Tuan Guru Turmudzi (NTB), KH Buya Muhtadin (Banten), KH Wildan (Kalsel), Tengku KH. Nailuzzahri (Aceh), KH. Ubaidillah Shodaqoh (Jateng), KH Zaunul Abidin (Sulsel), KH Khozien Adnen (Sumbar), dan KH Ali Akbar Marbun (Sumut).
Sementara menanggapi penugasan tersebut Gus Kikin mengatakan, hal terpenting dari itu dirinya tidak meminta atau mencalonkan diri, tapi ditugaskan, sehingga harus menerima Amanah dengan sebaik mungkin. “Saya akan meneruskan tradisi para muassis dalam membangun NU dengan jiwa dan raga, bukan sekadar aturan tapi konflik,” katanya.
Menurut pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang itu, NU akan menjadi kekuatan seperti dulu bila menggunakan Qanun Asasi sebagai pedoman berorganisasi, bukan sekadar aturan yang justru memicu perselisihan. “Para muassis mengajak kita untuk menyatu di dalam NU, bahkan para arwah juga diajak menyatu di dalam NU,” katanya.
Gus Kikin menambahkan, dirinya akan menerima penugasan sebagai amanah, meski berat dalam pertanggungjawaban akhirat, karena itu diharapkan pemberi penugasan juga turut bertanggungjawab agar kepemimpinannya semakin baik dan bukan semakin rusak. “Kalau kita semua menyatu, insyaAllah nggak ada perselisihan,” katanya.
Penulis: Syailendra
Editor: Solichan Arif
BACA JUGA: Upaya Gus Ipul Samakan Persepsi di Muktamar ke-35 NU Jombang dan artikel lainnya di rubrik BACA




