Bacaini.ID, JEMBER – Keluhan warga soal rusaknya jalan penghubung Desa Wonojati dan Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, segera ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Jember. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), proyek perbaikan jalan senilai Rp1,488 miliar dijadwalkan mulai dikerjakan pada awal Agustus 2026.
Pemerintah Kabupaten Jember memastikan perbaikan ruas jalan Wonojati–Sruni di Kecamatan Jenggawah segera direalisasikan. Ruas sepanjang 1,324 kilometer itu menjadi salah satu prioritas karena kondisinya dinilai sudah tidak layak dan mengganggu mobilitas warga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Jember, Arif Liyantono, mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,488 miliar untuk mengaspal ulang jalan tersebut.
“Ruas yang akan diperbaiki memiliki panjang sekitar 1.324 meter atau 1,3 kilometer,” ujar Arif, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, perbaikan ini mendesak dilakukan karena tingkat kemantapan jalan di ruas Wonojati–Sruni hanya mencapai 14 persen. Kondisi itu membuat jalur tersebut masuk dalam daftar prioritas penanganan tahun ini.
Tahapan proyek saat ini memasuki proses persiapan. Sosialisasi kepada masyarakat ditargetkan selesai pada Juli, sementara pekerjaan fisik dijadwalkan dimulai pada awal Agustus dengan estimasi penyelesaian sekitar tiga bulan.
Selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat diminta bersabar apabila terjadi gangguan arus lalu lintas. Pemkab berharap dukungan warga agar pekerjaan dapat berjalan lancar sehingga manfaatnya segera dirasakan, terutama untuk memperlancar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kecamatan Jenggawah.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan proyek tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang disampaikan melalui kanal pengaduan Wadul Gus’e. Menurutnya, pemerintah berupaya merespons setiap aduan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar warga, termasuk infrastruktur jalan.
“Kami segera bertindak cepat untuk menyelesaikan persoalan warga karena jalan ini merupakan akses utama masyarakat,” kata Bupati Fawait.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan kerusakan jalan di wilayah masing-masing melalui kanal Wadul Gus’e agar dapat segera diverifikasi dan ditindaklanjuti pemerintah.(meg/ADV)




