Bacaini.ID, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember mengebut pembangunan kawasan food street di Jalan Kartini dan Jalan Gatot Subroto. Meski progresnya baru sekitar 25 persen, Bupati Jember Muhammad Fawait menargetkan kawasan kuliner tersebut sudah bisa dibuka untuk publik pada Desember 2026 sebagai pusat aktivitas baru yang menggerakkan ekonomi sekaligus wajah baru kota.
Pembangunan kawasan food street di Jalan Kartini dan Jalan Gatot Subroto terus dipercepat. Senin (13/7/2026), Bupati Jember Muhammad Fawait turun langsung meninjau pekerjaan sekaligus berdialog dengan warga sekitar untuk menyerap masukan terkait penataan kawasan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Fawait menyampaikan target penyelesaian proyek pada akhir tahun. Menurutnya, kawasan tersebut tidak hanya menjadi sentra kuliner, tetapi juga ruang publik yang menghadirkan hiburan dan destinasi baru bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Target kami Desember nanti kawasan ini sudah bisa diresmikan dan dibuka untuk umum. Harapannya menjadi pusat keramaian baru, mulai kuliner, ruang hiburan hingga spot foto yang menarik,” ujarnya.
Saat ini progres pembangunan masih berada di kisaran 25 persen. Sejumlah fasilitas pendukung, termasuk penerangan jalan, juga masih dalam tahap pengerjaan. Namun, Bupati Fawait memastikan seluruh aspek pendukung telah disiapkan, mulai pengelolaan keamanan, rekayasa lalu lintas hingga sistem kebersihan agar kawasan tetap nyaman saat mulai beroperasi.
Ia menegaskan, penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima.
Menurutnya, keberadaan food street justru akan meningkatkan nilai kawasan tanpa mengabaikan kepentingan warga yang tinggal di sekitarnya.
“Ketika kawasan ini tertata rapi, bersih, dan nyaman, nilai ekonominya juga akan meningkat. Itu akan memberi manfaat bagi pedagang sekaligus masyarakat sekitar,” katanya.
Pemkab Jember juga menyiapkan berbagai fasilitas penunjang bagi para pedagang, seperti gerobak dengan desain seragam dan sistem pengelolaan kebersihan terpadu.
Selain itu, akan tersedia panggung hiburan yang diisi pertunjukan seni lokal hingga penampilan musik akustik sebagai ruang ekspresi bagi komunitas kreatif di Jember.
Ke depan, kawasan food street ini dirancang terhubung dengan Stasiun Jember yang telah direvitalisasi. Bupati Fawait membayangkan wisatawan yang tiba dengan kereta api dapat berjalan kaki menuju kawasan kuliner hingga Alun-Alun Jember melalui jalur pedestrian yang terintegrasi.
Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata perkotaan yang lebih nyaman sekaligus memperkuat daya tarik Jember sebagai destinasi wisata berbasis ruang publik dan kuliner.(meg/ADV)




