Bacaini.ID, KEDIRI – Sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan khususnya percepatan swasembada gula konsumsi nasional, Pemerintah Kabupaten Kediri optimis mampu memenuhi target 7.000 hektar bongkar ratoon.
Hal itu disampaikan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa usai mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat tanam tebu perdana program bongkar ratoon dan perluasan areal tebu di Desa Ngletih, Kecamatan Kandat, Sabtu (23/5).
“Alhamdulillah per hari ini SK Calon Petani/Calon Lokasi (CPCL) seluas 2.186 hektar dan yang sudah bongkar ratoon 486 hektar, dan kita optimis bisa memenuhi target 7.000 hektar bongkar ratoon di Kabupaten Kediri,” katanya usai berkunjung ke PT SGN Ngadirejo.
Menurutnya, luas lahan tanaman tebu di Kabupaten Kediri mencapai 22.297 hektar. Pada tahun 2025, luas bongkar ratoon di Kabupaten Kediri menjadi yang terbesar se-Indonesia, yakni 3.864,81 hektar.
Program bongkar ratoon sendiri merupakan langkah peremajaan tanaman tebu dengan menggantikan tanaman lama yang produktivitasnya menurun dengan varietas unggul yang memiliki potensi hasil lebih tinggi.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai salah satu daerah penghasil tebu terbesar di Indonesia. Karena itu, peningkatan produktivitas melalui program ini dinilai sangat penting.
“Keberhasilan program bongkar ratoon memerlukan sinergi antara pemerintah, petani, serta pelaku industri gula. Dan Jawa Timur siap menjadi penggerak utama dalam mendukung swasembada gula nasional,” ujarnya.
Hal itu selaras dengan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Ali Jamil yang menyebut program ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya.
“Sekaligus mendorong penerapan sistem pertanian modern agar produksi gula nasional semakin kompetitif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara Mahmudi juga menyatakan kesiapan perusahaan mendukung keberhasilan program melalui pendampingan kepada petani tebu serta penguatan sinergi antara industri gula dan sektor perkebunan.
“Melalui program bongkar ratoon PT SGN berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dengan petani, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat agar produktivitas serta kualitas tebu semakin baik dan mampu menopang kebutuhan gula nasional,” ungkapnya.(ADV)




