Bacaini.ID, KEDIRI – Ketegangan antara aparat kepolisian dan militer pecah setelah penggeledahan besar-besaran di Kafe de’Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan, yang terkait dengan dugaan korupsi pasokan batu bara PLN.
Sehari setelah operasi tersebut, puluhan orang berambut cepak yang diduga anggota TNI mendatangi Markas Polda Metro Jaya, Kamis (9/7/2026) dini hari. Hal ini memicu pengamanan ketat oleh pasukan Brimob bersenjata lengkap.
Menurut sumber kepolisian, sekitar 50 orang berbaju loreng datang menggunakan delapan mobil pribadi dan berkumpul di depan gedung Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Mereka disebut hendak menjemput seorang saksi sipil yang terlibat dalam jaringan korupsi batu bara. Situasi sempat tegang hingga pagi hari, sebelum Brimob dikerahkan untuk mengamankan seluruh area markas.
baca ini:
- Perbandingan Kekuatan Personel TNI vs Polri
- Bongkar Mega Korupsi BUMN Brimob Bersenjata Lengkap Geledah Fafe di Cipete
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa Polri tidak akan mentolerir upaya apa pun yang menghalangi proses hukum. “Siapa pun yang mencoba mengintervensi penyidikan akan diproses sesuai hukum,” ujarnya.
Sementara itu, pihak TNI belum memberikan pernyataan resmi terkait kedatangan anggotanya ke Polda. Namun, sumber internal menyebut bahwa langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada personel mereka yang terseret tanpa koordinasi antar-instansi.
Penggeledahan di Cipete sehari sebelumnya dipimpin oleh Kortas Tipikor Polri bersama Ditkrimsus Polda Metro Jaya. Dari lokasi, polisi menemukan brankas berisi uang sekitar Rp60 miliar, sejumlah dokumen transaksi, serta indikasi aliran dana ke beberapa perusahaan pemasok batu bara.
Operasi ini juga menjangkau wilayah Sentul City, Bogor, di mana ditemukan 74 kilogram emas yang diduga terkait jaringan korupsi lintas BUMN, termasuk PLN, Asabri, dan Krakatau Steel.
Pagi setelah insiden di Polda, pasukan Brimob masih berjaga di sekitar markas. Pemerintah menegaskan bahwa koordinasi antara Polri dan TNI tetap berjalan baik, meski dinamika di lapangan menunjukkan adanya “adu kuat” dalam penanganan kasus yang melibatkan kepentingan besar di sektor energi nasional.
Ketegangan ini memperlihatkan kasus korupsi batu bara tidak hanya menyentuh ranah ekonomi, tetapi juga menguji soliditas dua institusi keamanan negara. Pemeriksaan lanjutan terhadap saksi dan barang bukti masih berlangsung di bawah pengawasan tim Kortas Tipikor. Sementara aparat militer disebut tengah melakukan evaluasi internal atas keterlibatan anggotanya dalam kasus tersebut.
Penulis: Hari Tri Wasono




