Poin Penting:
- Demo Cipayung Plus Blitar Raya di DPRD Kabupaten Blitar berlangsung panas dengan aksi pembakaran ban dan dorongan terhadap pagar gedung
- Mahasiswa menyampaikan 11 tuntutan, termasuk stabilisasi harga kebutuhan pokok, evaluasi MBG dan KDMP, penguatan KPK, serta pengesahan RUU Perampasan Aset
- Ketua DPRD Kabupaten Blitar menemui massa dan berjanji meneruskan seluruh aspirasi mahasiswa kepada pemerintah pusat
Bacaini.ID, BLITAR – Demo mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Blitar Raya di depan Kantor DPRD Kabupaten Blitar berlangsung panas, Kamis (25/6/2026). Massa membakar ban bekas, mendorong pagar gedung hingga nyaris ambruk demi menyampaikan 11 tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah pusat.
BACA JUGA: Demo Dukung Program MBG di Blitar, Massa: Jangan Biarkan Ompreng Kami Jadi Kenangan
Di tengah bara api dan kepulan asap hitam ban bekas, massa pendemo terus mendorong pagar gedung wakil rakyat. Mereka juga terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian yang sedari awal bersiap siaga. Kegusaran massa dipicu ulah petugas polisi yang berusaha memadamkan api dan sempat mengamankan salah seorang peserta aksi.
Santa Febriana, koordinator aksi menegaskan unjuk rasa yang digelar sebagai kritik kepada kebijakan pemerintah yang dinilai tidak memihak masyarakat. Massa Cipayung Plus Blitar Raya merangkum kritiknya ke dalam 11 tuntutan, di antaranya meminta pemerintah menstabilkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
Kemudian mengevaluasi program MBG dan KDMP, meningkatkan kesejateraan guru dan tenaga pendidik, memperkuat independensi KPK, menghentikan kriminalisasi aktivis dan mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset.
“Kami mendesak pemerintah mengevaluasi menyeluruh kebijakan Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih,” tegas Santa Febriana Kamis (25/6/2026).
BACA JUGA: Relawan SPPG dan Warga Nganjuk Tolak Penghentian Program MBG yang Disuarakan Mahasiswa
Unjuk rasa yang panas berangsur reda setelah Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi datang menemui massa mahasiswa. Supriadi yang akrab disapa Kuwat merupakan sekretaris DPC PDIP Kabupaten Blitar. Mengambil posisi duduk di antara kerumunan massa, ia langsung mengajak berdialog.
Supriyadi berjanji akan meneruskan 11 tuntutan Cipayung Plus Blitar Raya kepada pemerintah pusat dan lembaga terkait. Menurut dia legislatif memiliki tanggung jawab moral menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah.
“DPRD adalah rumah rakyat, setiap masukan akan kami terima dan kami pelajari untuk diteruskan kepada pihak berwenang sesuai dengan mekanisme yang ada,” ujarnya di depan massa.
Sementara salah seorang peserta aksi massa yang sempat diamankan karena dianggap menghalangi petugas polisi yang hendak memadamkan api ban bekas, saat itu juga dilepas. Aparat kepolisian menegaskan tidak ada penangkapan dalam unjuk rasa Cipayung Plus Blitar Raya.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Solichan Arif
BACA JUGA: Gus Salam Ingatkan Ultimatum Mosi Tidak Percaya kepada PBNU Jika Muktamar NU Molor dan artikel lainnya di Rubrik BACAGAYA




