• Login
Bacaini.id
Monday, June 8, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Soekarno Presiden Indonesia Paling Berani Melawan Amerika Serikat

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
8 June 2026 06:05
Durasi baca: 3 menit
Soekarno berpidato menentang Amerika Serikat dan imperialisme Barat

Presiden Soekarno saat berpidato menentang imperialisme Barat dan dominasi Amerika Serikat dalam percaturan politik dunia (foto/ist)

Poin Penting:

  • Soekarno secara terbuka menentang Amerika Serikat dan imperialisme Barat melalui pidato serta kebijakan politik yang tegas
  • Kelompok kiri pendukung Bung Karno mendukung penuh sikap anti-Amerika dan mengkritik pihak yang dianggap pro-Barat
  • Perlawanan terhadap Barat diwujudkan lewat kebijakan budaya dan diplomasi, termasuk pembentukan Conefo dan penyelenggaraan Ganefo

Bacaini.ID, KEDIRI – Soekarno berani melawan Amerika Serikat secara blak-blakan, dan menjadi satu-satunya Presiden Indonesia yang paling revolusioner mengambil sikap diametral dengan imperialisme, kolonialisme dan kapitalisme Blok Barat. Amerika kita setrika, Inggris kita linggis, Go to hell with your aid diteriakkan lantang dalam pidatonya.

Baca Juga:

  • Dewan Banteng, Kaum Fasis yang Merongrong Soekarno, Siapa Mereka?

Keberanian Bung Karno melawan Amerika mendapat dukungan politik dalam negeri, utamanya dari kekuatan golongan orang-orang kiri republik. Keberanian revolusioner tersebut dibreak down, dipropagandakan oleh para pendukungnya, termasuk untuk menyerang mereka yang masih terlihat ‘takut-takut’ dengan Amerika.

“Kalau takut, tinggalah dalam kamar tenang, menyelamatkan diri, dan jangan bergembar gembor ke delapan mata angin mengajak orang seluruh dunia supaya ikut takut Amerika,” demikian dikutip dari risalah Peranan Pers Dalam Taraf Baru Ofensif Manipolis.

Mereka yang bersikap oportunis pragmatis dengan sikap Bung Karno ‘dibully’ dengan analogi Republik dan Nica. Sebab bagi orang-orang kiri republik, garis manifesto politik (manipol) Usdek (UUD 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin dan Kepribadian Indonesia) sudah jelas.

“Apa batasan Manipolis-munafik? Manipolis-munafik adalah juga yang berfilsafat begini, Aku Manipolis, tapi aku suka amerikanisme. Seperti halnya filsafat kepala Republik, perut Nica,” seperti dikutip dari Peranan Pers Dalam Taraf Baru Ofensif Manipolis.

Baca Juga:

  • Perintah Bung Karno Dibantah Sudjojono: Soal Prinsip Tak Ada Supel-supelan

Sikap mereka yang takut-takut kepada Amerika itu juga diblejeti di ruang publik dalam opini media massa. Menyindir pedas dengan pantun: Lain Ciputat lain Krekot, bung, lain pengkhianat lain patriot. Pengkhianat pengecut itu biasanya mengatakan: jangan berani terhadap Amerika, kita bisa diserbunya.

Sikap berani Bung Karno kepada Amerika dan sekutunya (Blok Barat) juga ditampakan di lapangan kebudayaan dengan menerbitkan Perpres Nomor 11/1963 KUHP. Musik-musik barat disebut sebagai musik-musikan ala ngak ngik ngok, termasuk film Hollywood. Dalam pidato 17 Agustus 1959 Soekarno menyebut semua itu sebagai imperialisme kebudayaan.

Membuktikan mampu berdikari, Indonesia memutuskan keluar dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Menyusul itu Bung Karno mendirikan Converence of new emerging force (Conefo) tahun 1966 sebagai kekuatan alternatif. Juga menyelenggarakan Ganefo (Games of the new emerging forces) 10-22 November 1963 sebagai tandingan Olimpiade.

Pada saat yang sama di wilayah Asia bergema di mana-mana semboyan: Biar masalah-masalah Asia diselesaikan oleh Asia sendiri. Hal itu diterjemahkan sebagai peringatan kepada Amerika Serikat dan kaum imperialis lainnya: Hand off Asia.

Orang-orang kiri pendukung Soekarno menegaskan: Rakyat Indonesia tetap Rakyat Indonesia 1945. Rakyat Indonesia yang bertekad sekali merdeka tetap merdeka. Rakyat Indonesia semangat banteng yang tidak akan tunduk kepada Amerika Serikat, sekarang tidak, kapan pun tidak.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: Amerika Serikatbung karnopresiden indonesiasejarah indonesiasoekarno
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Soekarno berpidato menentang Amerika Serikat dan imperialisme Barat

Soekarno Presiden Indonesia Paling Berani Melawan Amerika Serikat

Petugas melakukan penyelidikan di lokasi penemuan santri meninggal di Ponpes Kawedusan Kediri

Pemuda Asal Brenggolo Ditemukan Tewas di Ponpes Kawedusan Kediri

Burung bertengger menunjukkan perilaku alami yang diteliti dalam studi tentang reproduksi dan perilaku seksual aves

Masturbasi pada Burung itu Normal, Perilaku Seksual Alami Satwa

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In