• Login
Bacaini.id
Saturday, May 30, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Layanan Cuci Darah Baru RSUD Soedomo Siap Beroperasi, DPRD Trenggalek Soroti Antrean Apotek dan Aturan BPJS

ditulis oleh Redaksi
29 May 2026 15:13
Durasi baca: 2 menit

Bacaini.id, TRENGGALEK – Kabar baik datang bagi pasien gagal ginjal di Kabupaten Trenggalek. Layanan hemodialisa atau cuci darah baru di RSUD dr. Soedomo dipastikan segera beroperasi dalam waktu dekat dengan kapasitas pelayanan yang lebih besar.

Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, mengatakan fasilitas baru tersebut diharapkan mampu menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini harus menjalani terapi cuci darah ke luar daerah seperti Tulungagung.

Menurutnya, unit hemodialisa baru itu mampu melayani hingga 30 pasien sekaligus dalam satu kali pelayanan.

“Alhamdulillah untuk cuci darah sudah siap. Satu kali pelayanan bisa sampai 30 pasien. Ini kabar gembira agar masyarakat paham kalau cuci darah tidak perlu ke Tulungagung, cukup di Trenggalek,” ujarnya.

Dengan adanya tambahan layanan tersebut, pasien diharapkan bisa memperoleh akses pengobatan lebih cepat tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit luar daerah.

Selain membahas kesiapan layanan cuci darah, Komisi IV DPRD Trenggalek juga menyoroti berbagai persoalan pelayanan kesehatan di RSUD dr. Soedomo. Salah satunya terkait perubahan aturan BPJS Kesehatan yang dinilai sering berubah dan berdampak pada pelayanan pasien.

Sukarodin mengungkapkan rumah sakit beberapa kali menyampaikan keluhan terkait pembatasan hari rawat inap hingga adanya perubahan jenis obat yang tidak lagi ditanggung BPJS.

“Pasien dibatasi kalau sudah sekian hari maka dipulangkan karena BPJS tidak meng-cover. Dulu obat tertentu masih ditanggung, sekarang ada perubahan dan tidak lagi ter-cover. Ini membuat rumah sakit keteteran,” jelasnya.

Tak hanya itu, DPRD juga menyoroti antrean panjang pelayanan farmasi di rumah sakit. Tingginya jumlah pasien rawat jalan yang mencapai sekitar 800 orang per hari membuat proses pengambilan obat memakan waktu cukup lama.

Menurut Sukarodin, rumah sakit sebenarnya telah menjalankan layanan pengiriman obat melalui jasa pos dengan biaya tambahan sekitar Rp10 ribu. Namun, solusi tersebut dinilai belum efektif bagi pasien yang harus segera mengonsumsi obat setelah pemeriksaan dokter.

Karena itu, DPRD meminta manajemen RSUD dr. Soedomo segera menambah tenaga farmasi dan memperluas ruang pelayanan apotek agar antrean pasien dapat terurai.

“Perlu ada tambahan SDM di apotek. Kalau ruang pelayanan kurang ya perlu ditambah atau ada tambahan layanan apotek,” tegasnya.

Sementara terkait kebutuhan dokter spesialis, Sukarodin menilai penambahan tenaga medis masih memungkinkan dilakukan melalui mekanisme pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sehingga tidak terlalu membebani kondisi fiskal daerah.(Aby/ADV)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Ilustrasi internet lemot saat bekerja online

Internet Lemot dan WiFi Putus Nyambung? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi pekerja kantoran Indonesia sedang bekerja

Riset Gallup Ungkap Pekerja Indonesia Paling Bangga Jadi ‘Budak Korporat’, Stres Kerja Terendah di Dunia

Ilustrasi pasukan Garnisun. Foto: istimewa

Jejak Garnisun Menumpas Premanisme di Zaman Orde Baru

  • Panitia seleksi rekrutmen perangkat Desa Gogodeso Kabupaten Blitar menghentikan sementara tahapan seleksi akibat polemik peserta

    Rekrutmen Perangkat Desa Gogodeso di Blitar Ricuh, Siapa Bermain?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinyal Tegas Wali Kota Blitar soal Dana Hibah KONI, Problem Hukum Samanhudi Jadi Kajian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jejak Offshore di Balik Perusahaan Sawit Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In