Bacaini.ID, KEDIRI – Fenomena “teror pocong” belakangan ini kembali meresahkan warga di sejumlah daerah. Dari Kediri, Malang, Sidoarjo, Nganjuk hingga Tangerang, isu penampakan pocong beredar di media sosial dan memicu kepanikan.
Aparat kepolisian menegaskan bahwa tidak ada bukti unsur mistis dalam peristiwa ini. Sebagian besar kasus hanyalah prank atau konten sensasi, bahkan ada indikasi kuat digunakan sebagai modus kriminal.
Di Kediri, tiga orang ditangkap di Plosoklaten karena membuat konten pocong untuk mencari sensasi. Polisi memastikan penampakan itu bukan asli, melainkan rekayasa.
Sementara di Malang, isu “begal pocong” sempat viral. Polresta Malang membuka hotline khusus agar warga bisa melapor jika melihat kejadian mencurigakan.
Keresahan juga muncul di Sidoarjo, tepatnya di Ngampelsari, setelah beredar kabar pocong jadi-jadian. Namun, polisi menyebut informasi itu hoaks karena tidak ada laporan resmi maupun bukti nyata. Hal serupa terjadi di Nganjuk, di mana poster “Waspada Teror Pocong” beredar di masyarakat. Aparat menegaskan tidak ada kejadian yang bisa dikonfirmasi.
Di Tangerang, isu pocong mengetuk pintu rumah warga di Cipondoh, Rajeg, Sepatan, dan Teluknaga sempat membuat heboh. Polisi menyebut kabar itu hoaks, bahkan menduga digunakan sebagai kedok kriminal untuk menakut-nakuti warga sebelum melakukan pencurian atau perampokan.
Fenomena ini menimbulkan dampak sosial yang nyata. Warga menjadi takut beraktivitas malam hari, sementara konten hoaks di media sosial terus menyebar. Polisi di berbagai daerah meningkatkan patroli malam dan mendorong masyarakat menghidupkan kembali ronda atau siskamling untuk menjaga keamanan lingkungan.
Kapolresta Tangerang menegaskan jika Isu pocong ini bukan fenomena gaib, melainkan ulah oknum.
Penulis: Hari Tri Wasono





