Bacaini.ID, NGANJUK – Presiden Prabowo Subianto memberi peringatan keras kepada jajaran TNI dan Polri agar tidak menjadi “beking” bagi praktik ilegal seperti perjudian, narkoba, dan penyelundupan.
Pesan itu disampaikan dalam pidato saat kunjungan kerja ke Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5), dalam rangka peresmian Museum Pahlawan Nasional Marsinah dan Rumah Singgah.
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa aparat negara harus kembali pada jati diri sebagai pelindung rakyat. “Saya tidak mau dengar lagi ada aparat yang tidak menegakkan hukum, keadilan, dan kebenaran. Tidak boleh backing macam-macam,” ujarnya lantang di hadapan ribuan warga yang hadir.
Ia menegaskan bahwa gaji dan tunjangan aparat berasal dari uang rakyat, sehingga wajib mengabdi sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.
Prabowo menyoroti bahaya kolusi antara aparat dan pemilik modal yang bisa merusak integritas institusi. Ia meminta Panglima TNI dan Kapolri melakukan pembenahan internal, berani mengoreksi diri, dan memastikan tidak ada lagi aparat yang melindungi kejahatan.
Acara peresmian museum dan rumah singgah tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan jajaran Kabinet Merah Putih.
Turut hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, jajaran Forkopimda, dan tokoh masyarakat Nganjuk. Kehadiran mereka untuk memberi dukungan penuh terhadap pesan Presiden, sekaligus mengenang perjuangan Marsinah sebagai simbol keberanian rakyat kecil melawan ketidakadilan.
Ribuan warga Nganjuk memadati lokasi peresmian, menyambut kedatangan Presiden dengan antusias. Setelah memberikan pidato, Prabowo meninjau langsung museum yang didedikasikan bagi Marsinah, buruh perempuan yang gugur dalam perjuangan menuntut keadilan pada era Orde Baru. Ia menyebut Marsinah sebagai teladan keberanian rakyat yang harus dikenang sepanjang masa.
Penulis: Hari Tri Wasono





