Poin Penting:
- Tonny Andreas resmi mendaftar sebagai calon Ketua KONI Kota Blitar dan menjadi kandidat kuat berkat pengalaman memimpin KONI Kabupaten Blitar
- Ia menargetkan Kota Blitar masuk 15 besar Porprov Jatim tahun depan dan menembus 10 besar saat menjadi tuan rumah
- Tonny Andreas juga menyoroti pentingnya transparansi dana hibah KONI dan pengembangan sport tourism untuk mendongkrak ekonomi lokal
Bacaini.ID, BLITAR – Tonny Andreas resmi menyerahkan formulir pencalonan Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030 dengan membawa visi besar untuk meningkatkan prestasi olahraga sekaligus mengembangkan sport tourism di Kota Blitar.
Baca Juga:
Mengantongi dukungan dari berbagai cabang olahraga (cabor) serta berpengalaman panjang dalam mengelola organisasi olahraga, sosok yang dikenal dekat dengan mubaligh populer Gus Iqdam tersebut menjadi kandidat terkuat.
“Saya asli Blitar. Pengalaman selama memimpin KONI Kabupaten Blitar ingin saya terapkan untuk kemajuan olahraga Kota Blitar,” ujar Tonny Andreas menyampaikan harapan besarnya kepada wartawan Sabtu malam (9/5/2026).
Target Prestasi Porprov Jatim 15 Besar
Tonny Andreas diketahui dua kali memimpin KONI Kabupaten Blitar, dan di tangannya prestasi olahraga di Kabupaten Blitar menempati posisi 8 besar Jawa Timur (Jatim). Padahal anggaran yang dialokasikan pada saat itu Rp1 miliar.
Sementara anggaran KONI Kota Blitar pada tahun yang sama jauh lebih besar, mencapai Rp5,7 miliar, dan sudah selazimnya mampu meraih prestasi olahraga yang lebih optimal, melampaui pencapaian yang ada saat ini.
Tonny Andreas melihat Kota Blitar memiliki potensi yang luar biasa yang selama ini belum tergarap maksimal. Jika terpilih Ketua KONI Kota Blitar ia berkomitmen pada pencapaian prestisius, yang itu dimulai pada ajang Porprov Jatim tahun depan.
“Porprov tahun depan di Surabaya Raya kita targetkan masuk peringkat 15 besar,” kata Tonny Andreas.
Kemudian pada Porprov tahun berikutnya yang rencananya Blitar Raya, Kediri dan Tulungagung menjadi tuan rumah, Tonny Andreas menargetkan prestasi lebih tinggi. “Saat tuan rumah nanti target kita tembus 10 besar,” tambahnya.
Baca Juga:
Tonny Andreas juga menyinggung soal pengelolaan dana hibah KONI yang menurutnya harus dikelola secara transparan, profesional dan akuntabel sehingga tidak menimbulkan masalah hukum. Karenanya diperlukan intervensi dari akuntan publik.
Dalam kesempatan itu ia juga berbicara soal konsep dan sekaligus visi di luar peraihan medali di arena kompetisi. Menurutnya olahraga di Kota Blitar sudah saatnya berintegrasi dengan sektor ekonomi lokal yang berwujud sport tourism (wisata olahraga).
Event-event olahraga berskala regional maupun nasional sudah saatnya digelar rutin di Kota Blitar, dan itu harus mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. “Sport tourism harus benar-benar hidup dan bisa menggerakkan perekonomian masyarakat Kota Blitar,” pungkasnya.
Baca Juga:
Seperti diketahui pada penutupan pendaftaran bakal calon Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030 Sabtu malam (9/5/2026), hanya dua nama yang resmi mengembalikan formulir pendaftaran, yakni Tonny Andreas dan Muh Samanhudi Anwar.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Solichan Arif





