Poin Penting:
- Mohammad Trijanto mundur dari bursa Ketua KONI Kota Blitar meski didukung 14 cabor
- Kesibukan organisasi, agenda nasional, dan profesi hukum menjadi alasan utama pengunduran diri
- Trijanto berharap pemilihan Ketua KONI Kota Blitar berjalan demokratis, kondusif, dan melahirkan pemimpin yang mampu meningkatkan prestasi olahraga daerah
Bacaini.ID, BLITAR – Mohammad Trijanto resmi menyatakan mundur dari bursa bakal calon Ketua KONI Kota Blitar periode 2026-2030 meski telah mendapat dukungan dari 14 cabang olahraga (cabor) di Kota Blitar.
Aktivis anti korupsi dan Direktur Revolutionary Law Firm, Ketua Umum Percasi Kota Blitar, dan sekaligus Ketua Umum Ormas Ratu Adil (Rakyat Tuntut Amanah Keadilan) tersebut menegaskan keputusannya telah dihitung matang.
Baca Juga:
Padatnya aktivitas organisasi, agenda pergerakan nasional, serta tanggung jawab profesi di bidang hukum menjadi alasan utama untuk tidak melanjutkan berkompetisi di bursa bakal calon Ketua KONI Kota Blitar.
“Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh teman-teman cabor dan semua pihak yang telah mendukung saya. Setelah saya pertimbangkan secara matang, saat ini saya memiliki banyak kesibukan organisasi, agenda pergerakan nasional, serta pekerjaan profesi hukum sebagai Direktur Revolutionary Law Firm yang cukup padat,” ujar Trijanto kepada wartawan Sabtu (9/5/2025).
“Karena itu saya merasa belum bisa memberikan fokus penuh apabila harus memimpin KONI Kota Blitar,” tambahnya.
Trijanto Bebaskan Dukungan Cabor Pendukung
Nama Moh Trijanto muncul sebagai satu dari enam bakal calon Ketua KONI Kota Blitar 2026-2030 setelah resmi mengambil formulir pendaftaran. Berpengalaman, berintegritas dan relatif muda membuatnya menjadi salah satu kandidat kuat.
Sebanyak tujuh cabor di Kota Blitar menyatakan dukungannya sekaligus mendorongnya untuk mengambil formulir pendaftaran. Dukungan menguat menjadi 14 cabor dan dimungkinkan terus bertambah ketika Trijanto mengambil formulir pendaftaran.
Baca Juga:
Menurut Trijanto dukungan yang ia peroleh adalah bentuk kepercayaan besar insan olahraga Kota Blitar yang menginginkan semangat baru dalam pembinaan olahraga, penguatan organisasi, dan peningkatan prestasi atlet daerah.
Karenanya ia menyampaikan terima kasih dan sekaligus meminta maaf karena telah memutuskan tidak melanjutkan proses seleksi calon Ketua KONI Kota Blitar. “Dukungan itu menjadi kehormatan besar dan tentu sangat saya hargai,” terangnya.
Trijanto juga mengatakan keputusannya mundur realistis, di mana diambil dengan penuh pertimbangan dan tanggung jawab. Bahwa jabatan ketua butuh fokus, energi, dan waktu yang tidak sedikit agar organisasi dapat berjalan maksimal dan profesional.
Meski demikian bukan berarti akan mengurangi kepeduliannya pada dunia olahraga, khususnya di Kota Blitar. Keputusan mundur justru bentuk tanggung jawab moral bagaimana KONI Kota Blitar ke depan dipimpin oleh figur yang betul-betul siap waktu, tenaga, dan konsentrasi untuk membangun prestasi olahraga daerah.
Trijanto juga menegaskan membebaskan seluruh cabor pendukungnya untuk menentukan pilihan masing-masing dalam proses pemilihan Ketua KONI Kota Blitar mendatang. Tidak ada arahan untuk mendukung salah satu calon tertentu.
“Saya memberikan kebebasan sepenuhnya kepada seluruh cabor yang pernah mendukung saya untuk menentukan pilihan sesuai hati nurani masing-masing,” ungkapnya.
Harapan Pemilihan Ketua KONI Kota Blitar Berjalan Demokratis
Moh Trijanto berharap proses pemilihan Ketua KONI Kota Blitar periode 2026–2030 dapat berjalan lancar, demokratis, kondusif, dan tetap berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI.
Pemilihan yang diharapkan bisa berjalan penuh semangat persaudaraan dengan output lahirnya pemimpin yang benar-benar membawa kemajuan olahraga Kota Blitar, sekaligus menjaga soliditas antar-cabor.
Sebab momentum pemilihan Ketua Umum KONI bukan sekadar agenda organisasi, tapi menentukan arah pembinaan olahraga Kota Blitar ke depan, mulai dari pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas organisasi cabor, hingga pencapaian prestasi di tingkat regional maupun nasional.
Trijanto juga memastikan dirinya tetap berkomitmen mendukung kemajuan dunia olahraga di Kota Blitar. Baginya olahraga harus menjadi ruang persatuan, pembinaan generasi muda, dan sarana membangun kebanggaan daerah.
“Jabatan itu sementara, tetapi pengabdian harus tetap berjalan. Saya tetap mendukung kemajuan olahraga Kota Blitar demi prestasi, persatuan, dan kebanggaan daerah,” pungkasnya.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Solichan Arif





