• Login
Bacaini.id
Friday, May 8, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Tradisi Nyadran Dam Bagong Trenggalek, Warga Berebut Kepala Kerbau

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
8 May 2026 13:03
Durasi baca: 3 menit
Warga berebut kepala kerbau saat tradisi Nyadran Dam Bagong di Trenggalek

Warga berebut potongan kepala kerbau dalam ritual tradisi Nyadran Dam Bagong di Kelurahan Ngantru, Trenggalek, sebagai simbol rasa syukur atas hasil pertanian dan penghormatan kepada Ki Ageng Menak Sopal (foto/Bacaini.id)

Poin Penting:

  • Tradisi Nyadran Dam Bagong di Trenggalek berlangsung meriah dengan prosesi rebutan kepala kerbau di aliran dam
  • Ritual adat ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian dan penghormatan kepada Ki Ageng Menak Sopal
  • Nyadran Dam Bagong kini berkembang menjadi agenda wisata budaya tahunan yang dinantikan warga dan wisatawan

Bacaini.ID, TRENGGALEK – Berebut kepala kerbau oleh warga yang telah bersiap-siap menjadi puncak ritual tradisi adat Nyadran Dam Bagong di Kelurahan Ngantru Kabupaten Trenggalek Jawa Timur Jumat (8/5/2026).

Baca Juga:

  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

Potongan kepala kerbau yang jatuh ke air usai dilempar jadi simbol rasa syukur masyarakat atas keberlimpahan hasil pertanian sekaligus penghormatan untuk tokoh leluhur Ki Ageng Menak Sopal.

Prosesi diawali dengan kirab potongan kepala kerbau yang diarak keliling kampung menuju makam Ki Ageng Menak Sopal untuk dilakukan doa bersama dan ziarah makam.

Animo warga semakin meningkat saat prosesi puncak dimulai. Potongan kepala kerbau, tulang hingga kulit kerbau dilemparkan ke aliran Dam Bagong. Warga yang menunggu di bawah dam langsung menceburkan diri, saling berebut.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengatakan tradisi Nyadran Dam Bagong yang berlangsung rutin tiap tahun merupakan warisan budaya turun-temurun yang harus terus dijaga. 

Ritual yang digelar bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus mengenang jasa Ki Ageng Menak Sopal yang telah membangun Dam Bagong untuk mengairi ratusan hektare sawah warga.

“Tradisi ini adalah bentuk syukur masyarakat sekaligus penghormatan kepada Ki Ageng Menak Sopal yang telah berjasa membangun irigasi bagi pertanian warga,” tuturnya Jumat (8/5/2026).

Baca Juga:

  • Camat Pule Trenggalek Dipaksa WFH, Pemkab Tunggu Rekomendasi Mutasi dari BKN
  • PDIP Trenggalek Terima Dana Banpol Rp524,2 Juta, Jadi Penerima Terbesar 2026

Ia menjelaskan, kepala kerbau yang dilempar ke dam menjadi simbol pengorbanan dan diyakini sebagai pengganti sesaji kepala gajah putih dalam legenda pembangunan Dam Bagong. 

Dalam cerita turun-temurun, Menak Sopal disebut berkali-kali gagal membangun dam hingga akhirnya mendapat petunjuk untuk memberikan sesaji seekor gajah putih.

Salah seorang warga, Zidan, mengaku sejak pagi telah bersiap mengikuti tradisi rebutan kepala kerbau tersebut. Ia bahkan rela menceburkan diri ke dam Bagong demi mendapatkan bagian kepala kerbau.

“Setelah dilempar saya langsung ikut berebut dan menyelam. Alhamdulillah dapat kepalanya. Nanti rencananya dimasak bersama teman-teman,” katanya.

Tradisi Nyadran Dam Bagong pun tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga daya tarik wisata budaya yang selalu dinantikan masyarakat Trenggalek.

Penulis: Aby Kurniawan

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: budaya jawadam BagongNyadran dam bagongtrenggalek
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Warga berebut kepala kerbau saat tradisi Nyadran Dam Bagong di Trenggalek

Tradisi Nyadran Dam Bagong Trenggalek, Warga Berebut Kepala Kerbau

Ilustrasi calon jemaah haji Indonesia mengenakan pakaian ihram dan seragam haji saat bersiap berangkat menuju Tanah Suci di bandara

60 Calon Jemaah Haji Ilegal Tertahan di Bandara, Gus Irfan: Tidak Ada Haji Tanpa Antre

Audiensi ALMAS PUMA dengan Pemkab Trenggalek terkait Camat Pule

Camat Pule Trenggalek Dipaksa WFH, Pemkab Tunggu Rekomendasi Mutasi dari BKN

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In