• Login
Bacaini.id
Wednesday, May 6, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Fenomena Awan Pelangi Viral, Ini Penjelasan Sains dan Maknanya dalam Primbon Jawa

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
6 May 2026 15:53
Durasi baca: 4 menit
Fenomena awan pelangi atau cloud iridescence terlihat berwarna-warni di langit wilayah Jabodetabek

Awan pelangi yang viral di Jabodetabek merupakan fenomena ilmiah bernama cloud iridescence, namun juga memiliki makna spiritual dalam Primbon Jawa (foto/ist)

Poin Penting:

  • Fenomena awan pelangi viral dijelaskan secara ilmiah sebagai cloud iridescence akibat difraksi cahaya matahari
  • Dalam budaya Jawa, fenomena langit dimaknai melalui ilmu titen dan Primbon sebagai tanda tertentu
  • Pelangi (kluwung) dianggap sebagai simbol harapan, rezeki, dan pesan spiritual dari leluhur

Bacaini.ID, KEDIRI – Fenomena awan pelangi yang sempat viral di wilayah Jabodetabek menarik perhatian publik karena tampilannya yang unik dan berwarna-warni. Secara ilmiah, fenomena ini dikenal sebagai cloud iridescence atau iridesensi, yakni proses difraksi cahaya matahari oleh kristal es atau tetesan air di awan yang berpotensi menimbulkan hujan lokal.

Baca Juga:

  • Kisah Bencana Alam Terbesar yang Mengubah Dunia

Sains menjelaskan secara ilmiah berbagai fenomena langit yang bisa dilihat dari bumi. Namun, budaya lokal bisa memaknainya melalui keyakinan spiritual yang menghubungkan kejadian alam dengan nasib manusia atau peristiwa besar. Masyarakat Jawa, secara turun temurun memiliki ‘Ilmu Titen’, menandai setiap fenomena yang terjadi dengan peristiwa-peristiwa khusus yang diprediksi akan terjadi.

Pengetahuan ini tertuang dalam Primbon Jawa yang hingga kini masih dimanfaatkan masyarakat adat Jawa sebagai rujukan mengetahui ‘pesan tersirat’ dari fenomena alam. Meskipun masyarakat modern mulai meninggalkan mitos-mitos tradisional, nyatanya kini mulai berkembang berbagai penelitian sains modern yang berakar pada keyakinan atau kearifan lokal.

Berikut beberapa fenomena langit dan maknanya menurut Primbon dan kepercayaan spiritual Jawa:

Makna Candikolo dalam Kepercayaan Jawa

Candikolo berasal dari kata ‘sandya kala’, waktu peralihan. Dalam berbagai kepercayaan spiritual, waktu peralihan seperti siang ke malam, dianggap sebagai waktu yang sakral. Pertemuan dari dua hal yang saling bertolak belakang, seringkali dianggap sebagai sesuatu yang memiliki energi ‘magis’ tersendiri.

Baca Juga:

  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

Dalam kearifan lokal masyarakat Jawa, candikolo dianggap sebagai waktu yang ‘wingit’. Waktu yang rawan terutama untuk anak-anak karena waktu peralihan ini memunculkan energi negatif. Mitos ini sejalan dengan keyakinan beberapa agama yang memperingatkan sakralnya waktu senja, saat jin atau makhluk halus mulai keluar dari ‘sarangnya’.

Candikolo yang berwarna merah menyala atau kuning merata, dalam kosmologi Jawa dianggap sebagai tanda ketidakseimbangan antara alam semesta dan alam kehidupan manusia. Candikolo yang berwarna terang seperti ini biasanya dikaitkan dengan akan adanya wabah atau konflik sosial.

Lintang Kemukus, Pertanda dari Kemunculan Komet

Secara ilmiah, kemunculan komet memiliki pola yang bisa dihitung. Pola kemunculan komet tergantung pada jenis orbitnya mengelilingi matahari. Ada komet periodik yang memiliki orbit elips yang tetap hingga kemunculannya dapat diprediksi, maupun komet non-periodik yang kemunculannya sulit bahkan tidak dapat diprediksi.

Dalam budaya Jawa, komet disebut sebagai lintang kemukus dan diyakini membawa pesan tertentu dalam kemunculannya. Pesan ini ‘dibaca’ melalui arah kemunculannya. Jika muncul dari arah timur, pertanda ada pemimpin sedang bersedih atau terjadi chaos di kalangan pejabat.

Jika muncul dari barat, menjadi pertanda baik yang melambangkan kemakmuran, harga pangan murah dan kepemimpinan yang membahagiakan rakyat. Lintang kemukus dari arah utara atau selatan, seringkali dikaitkan dengan datangnya masa sulit, perselisihan atau wabah penyakit.

Awan Pelangi dalam Perspektif Spiritual Jawa

Primbon Jawa tidak menyebutkan secara khusus tentang makna dari fenomena awan pelangi. Namun, pelangi yang secara tradisional disebut sebagai ‘kluwung’, dianggap sebagai simbol keajaiban dan harapan.

Hadirnya pelangi menjadi pertanda baik sebagai pesan dari semesta akan terkabulnya harapan. Ia juga disebut sebagai ‘jembatan spiritual’ yang membawa pesan damai. Pelangi juga dimaknai sebagai tanda rindu dari para leluhur, datangnya rezeki, serta menjadi simbol masa transisi dari sulit menjadi tenang dan harmonis.

Fenomena langit dalam Primbon Jawa merupakan bentuk kearifan lokal yang mengajak untuk peka terhadap tanda-tanda alam dan menjaga keselarasan hidup. Meskipun ilmu pengetahuan modern telah mampu menjelaskan proses fisika dibaliknya, nilai-nilai spiritual dan pesan moral yang terkandung dalam ‘ilmu titen’ ini tetap menjadi pengingat bagi manusia untuk selalu waspada, bersyukur dan rendah hati di hadapan semesta.   

Penulis: Bromo Liem

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: awan pelangicloud iridescencefenomena langitprimbon jawa
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Fenomena awan pelangi atau cloud iridescence terlihat berwarna-warni di langit wilayah Jabodetabek

Fenomena Awan Pelangi Viral, Ini Penjelasan Sains dan Maknanya dalam Primbon Jawa

lomba balap dayung perahu tradisional di Pantai Mutiara Trenggalek

Lomba Balap Dayung Tradisional di Pantai Mutiara Trenggalek Tarik Animo Wisatawan

Nelayan Pantai Prigi Trenggalek menyiapkan kapal di tengah kenaikan harga solar industri

Harga Solar Industri Naik, Nelayan Prigi Trenggalek Keluhkan Biaya Melaut Membengkak

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kedatangan KPK ke Blitar Picu Rumor OTT, Jubir Pastikan Hanya Sosialisasi Pencegahan Korupsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In