• Login
Bacaini.id
Wednesday, May 6, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Harga Solar Industri Naik, Nelayan Prigi Trenggalek Keluhkan Biaya Melaut Membengkak

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
6 May 2026 11:47
Durasi baca: 3 menit
Nelayan Pantai Prigi Trenggalek menyiapkan kapal di tengah kenaikan harga solar industri

Kenaikan harga solar non subsidi membuat biaya melaut nelayan di Pantai Prigi Trenggalek meningkat tajam (foto/Bacaini.id)

Poin Penting:

  • Harga solar industri naik dari Rp28.150 menjadi Rp30.550 per liter, membuat biaya melaut melonjak hingga Rp45,8 juta per trip
  • Pendapatan ABK berpotensi turun dari Rp1 juta menjadi Rp600 ribu akibat tingginya biaya operasional
  • Aktivitas nelayan masih normal, namun sebagian kapal besar memilih tidak melaut dan menunggu kondisi stabil

Bacaini.ID, TRENGGALEK – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar non subsidi (industri) mulai dikeluhkan nelayan di Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Biaya melaut meningkat tajam, mengancam pendapatan nelayan dan anak buah kapal (ABK).

Keluhan terutama diungkapkan oleh nelayan dengan kapal penangkap ikan berkapasitas di atas 30 gross ton (GT). Dayak (52), salah seorang nelayan mengaku kini harus merogoh kocek hingga Rp 45,8 juta untuk kebutuhan 1.500 liter solar untuk sekali melaut selama 10 hari.

Membengkaknya biaya operasional melaut yang ia rasakan merupakan imbas langsung dari kenaikan harga solar non subsidi dari Rp 28.150 per liter menjadi Rp 30.550. “Kalau harga ikan masih bagus mungkin masih bisa jalan. Tapi kalau nanti turun, bisa-bisa tidak melaut,” keluh Dayak Rabu (6/5/2026).

Baca Juga:

  • Harga Pertamina Dex Naik Rp4.000 per Liter

Meski demikian aktivitas melaut untuk sementara masih berjalan normal karena sebagian nelayan masih memiliki stok BBM yang dibeli sebelum kenaikan harga. Dayak sendiri mengaku masih punya cadangan sekitar 5.000 liter dari 8.000 liter yang dibeli sebelum kenaikan harga.

Yang dikhawatirkan adalah ketika harga ikan tidak stabil. Dengan harga BBM yang tinggi keuntungan diperoleh nelayan akan semakin tipis bahkan bisa merugi. “Kalau harga ikan tidak stabil penghasilan nelayan semakin menipis,” terangnya.

Mempekerjakan 26 hingga 29 orang anak buah kapal (ABK), kapal penangkap ikan milik Dayak tergolong besar. Sebelumnya penghasilan satu orang ABK untuk sekali melaut Rp1 juta. Dengan kenaikan harga BBM, saat ini berpotensi turun menjadi Rp600 ribu.

Baca Juga:

  • Kedatangan KPK ke Blitar Picu Rumor OTT, Jubir Pastikan Hanya Sosialisasi Pencegahan Korupsi

Sementara Katimja Kesyahbandaran PPN Prigi, Tri Aspriadi Noviyanto mengatakan dampak kenaikan harga BBM industri belum terlihat signifikan. Sebab mayoritas kapal di PPN Prigi masih menggunakan BBM subsidi.

Aktivitas nelayan juga masih relatif normal, meski beberapa kapal besar belum melaut. Sejumlah nelayan terlihat memilih memperbaiki jaring sebagai persiapan menghadapi musim tangkap berikutnya.

“Saat ini hanya ada tiga kapal yang menggunakan BBM non subsidi, dan sebagian di antaranya belum beroperasi,” kata Tri Aspriadi Noviyanto.

Penulis: Aby Kurniawan

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: bbm naiknelayan trenggalekpantai prigitrenggalek
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

lomba balap dayung perahu tradisional di Pantai Mutiara Trenggalek

Lomba Balap Dayung Tradisional di Pantai Mutiara Trenggalek Tarik Animo Wisatawan

Nelayan Pantai Prigi Trenggalek menyiapkan kapal di tengah kenaikan harga solar industri

Harga Solar Industri Naik, Nelayan Prigi Trenggalek Keluhkan Biaya Melaut Membengkak

Ilustrasi kekerasan kepada anak. Foto: istimewa

Tips Memilih Daycare yang Aman untuk Anak

  • Maia Estianty memakai perhiasan red ruby di pernikahan El Rumi

    Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kedatangan KPK ke Blitar Picu Rumor OTT, Jubir Pastikan Hanya Sosialisasi Pencegahan Korupsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In