• Login
Bacaini.id
Monday, May 4, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Bacawabup Tulungagung Dibutuhkan Mampu Komunikasi Lintas Parpol Usai OTT KPK

ditulis oleh Editor, Solichan Arif
4 May 2026 16:20
Durasi baca: 4 menit
Suasana gedung DPRD Tulungagung terkait pembahasan pengisian jabatan wakil bupati pasca OTT KPK

DPRD Tulungagung akan menentukan bacawabup baru di tengah dinamika politik usai OTT KPK terhadap bupati (foto/ant)

Poin Penting:

  • DPRD Tulungagung yang menentukan bacawabup pengganti pasca OTT KPK terhadap Bupati Gatut Sunu Wibowo
  • Bacawabup yang dibutuhkan memiliki kemampuan komunikasi lintas parpol dan kuat di akar rumput
  • Peta politik DPRD yang tidak menguntungkan membuat posisi Plt Bupati membutuhkan pendamping strategis

Bacaini.ID, TULUNGAGUNG – Kabupaten Tulungagung membutuhkan bakal calon wakil bupati (bacawabup) yang tidak hanya kuat secara figur, tetapi juga mampu menjembatani komunikasi lintas partai politik dan akar rumput pasca operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menjerat Bupati Gatut Sunu Wibowo.

Pengisian jabatan Wakil Bupati Tulungagung ditentukan oleh DPRD. Hak mengusulkan nama bakal calon wakil bupati (Bacawabup) yang akan mendampingi Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin berada di koalisi partai pengusung, yakni Partai Gerindra, Partai Golkar dan PKS.

Baca Juga:

  • Ahmad Baharudin Bupati Tulungagung ‘Give Away’ KPK Usai OTT Gatut Sunu

Hasil penelusuran Bacaini.id ke sejumlah simpul sosial dan politik di Kabupaten Tulungagung, ada sejumlah kriteria yang harus dimiliki Bacawabup Tulungagung untuk menghadapi situasi saat ini.

Pertama adalah kriteria politik dan ketokohan. Baharudin membutuhkan pendamping yang mampu sekaligus handal berkomunikasi lintas parpol. Pendamping dengan figur yang sudah teruji di lingkaran elit dan akar rumput (grassroot).

Sebab meskipun menjadi pemenang Pilkada 2024, suara partai pengusung di DPRD Kabupaten Tulungagung bukan suara mayoritas. Partai Gerindra diketahui hanya memiliki 8 kursi, Partai Golkar 5 kursi dan PKS 2 kursi. Total praktis hanya 15 kursi.

Sementara suara yang dimiliki oposisi di legislatif lebih besar. Apalagi dengan adanya OTT KPK pada 10 April 2026, komposisi politik secara implisit telah bergeser dan hal itu semakin menguatkan kekuatan oposisi di legsilatif.

Situasi yang tidak menguntungkan secara politik bagi kepala daerah tersebut tidak bisa dibiarkan. Baharudin tidak bisa menghadapinya seorang diri. Harus segera distabilkan agar kepala daerah bisa bekerja dengan baik mewujudkan visi misi.

“Kepala daerah membutuhkan pendamping yang benar-benar mumpuni sebagai komunikator lintas parpol dan grassroot,” tutur sumber di Kabupaten Tulungagung.

Baca Juga:

  • 63 Sekolah di Trenggalek Tanpa Kepala Sekolah Definitif, Pemkab Siapkan Seleksi
  • Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

Yang kedua adalah Bacawabup Tulungagung harus memiliki kemampuan merangkul kekuatan politik di tingkat bawah, mulai relawan, berbagai stakeholder sosial dan desa. Kabupaten Tulungagung seperti diketahui terbagi atas 19 kecamatan dan terdiri dari 257 desa dan 14 kelurahan.

Dengan pendamping yang cakap berkomunikasi dengan grassroot, utamanya dengan 257 kepala desa, termasuk 14 kelurahan, hal itu akan meringankan tugas bupati mewujudkan visi misinya hingga 2029. Saat ini yang dibutuhkan Tulungagung adalah sosok Wabup yang sudah teruji memiliki kecakapan komunikasi tersebut.

Sementara sebelumnya Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengakui OTT KPK menjadi pukulan bagi Pemkab Tulungagung. Ia tidak berharap OTT menjadi trauma para pejabat sehingga tidak berani berinovasi.

Pada sisi lain Baharudin mengaku selama ini memang tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan program pembangunan dan kebijakan anggaran. Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan kondusif.

“Tantangannnya disitu, karena selama ini saya tidak terlibat perencanaan, anggaran dan program,” katanya.

Seperti diketahui, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang ditangkap dalam OTT KPK Jumat malam (10/4/2026) telah ditetapkan tersangka dan ditahan. Gatut Sunu diduga melakukan pemerasan terhadap 16 Kepala OPD Pemkab Tulungagung.

Dalam OTT, KPK mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp335,4 juta, 4 pasang sepatu merek Louis Vuitton milik Gatut Sunu senilai Rp129 juta, dokumen dan beberapa barang elektronik.

Terungkap Bupati Gatut Sunu meminta uang Rp5 miliar kepada 16 kepala OPD dan baru terkumpul Rp27,5 miliar. Ia juga mengendalikan sejumlah proyek di Kabupaten Tulungagung. Dalam kasus ini KPK juga menahan Dwi Yoga Ambal, ajudan bupati.

Sementara 11 orang termasuk Jatmiko Dwijo Saputro, adik kandung Bupati Gatut Sunu tetap berstatus saksi dan diizinkan pulang. Jatmiko merupakan anggota DPRD Kabupaten Tulungagung dari Fraksi PDIP.

Penulis: Tim Redaksi

Editor: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: Bacaini.id
Tags: Bacawabup TulungagungDPRD TulungagungGatut Sunu WibowoOTT KPKTulungagung
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Suasana gedung DPRD Tulungagung terkait pembahasan pengisian jabatan wakil bupati pasca OTT KPK

Bacawabup Tulungagung Dibutuhkan Mampu Komunikasi Lintas Parpol Usai OTT KPK

Ilustrasi sekolah dasar di Trenggalek tanpa kepala sekolah definitif

63 Sekolah di Trenggalek Tanpa Kepala Sekolah Definitif, Pemkab Siapkan Seleksi

Agus (kiri) dan Bambang Soesatyo. Foto: Instagram @agus_hadsoe

Staf Bamsoet Flexing Naik Jet Pribadi, Warganet: Bingung Sumber Hartanya

  • Ilustrasi pendidikan di zaman kolonial. Foto: istimewa

    Begini Rasanya Sekolah Zaman Penjajahan Belanda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Red Ruby Maia Estianty Jadi Sorotan di Pernikahan El Rumi, Ini Mitos Merah Delima dalam Tradisi Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Blitar Disebut Dalam Bau Busuk Limbah Peternakan Ayam CV Bumi Indah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gibran Tinjau Bendungan Bagong di Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAI Daop 7 Madiun Kembangkan Bisnis Non-Core, Hadirkan Lounge dan Integrasi Transportasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In