Bacaini.ID, TRENGGALEK – Momentum peringatan Hari Kartini dimanfaatkan Novita Hardini untuk meluncurkan buku berjudul “Bising dan Hening” dalam gelaran TGX Women Summit di Gedung Bioskop NSC Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April.
Selain sebagai Anggota DPR RI, Novita juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya menghadirkan karya yang mampu menjadi ruang refleksi, khususnya bagi perempuan dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
Buku “Bising dan Hening” sendiri mengangkat kisah perjalanan sejumlah perempuan yang berhasil melewati berbagai ujian hidup. Melalui buku ini, Novita ingin menghadirkan inspirasi sekaligus pembelajaran bahwa setiap persoalan hidup dapat dihadapi dengan kekuatan dari dalam diri sendiri.
Menurutnya, perempuan memiliki kemampuan untuk menjadi penasehat terbaik bagi dirinya sendiri. Hal itu bisa dimulai dengan menuliskan pengalaman hidup sebagai bentuk refleksi sekaligus dokumentasi perjalanan pribadi.
“Ketika seseorang menuliskan pengalamannya, lalu membacanya kembali di masa depan, itu bisa menjadi nasihat terbaik bagi dirinya sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, buku tersebut juga menjadi sarana bagi perempuan untuk menuangkan hal-hal yang selama ini sulit diungkapkan. Dengan menulis, pengalaman hidup dapat diubah menjadi karya yang bernilai dan memberi dampak positif bagi orang lain.
Sebagai Founder UPRINTIS Indonesia, Novita juga menekankan pentingnya mendorong kreativitas generasi muda. Ia merasa memiliki tanggung jawab untuk menumbuhkan stimulasi kreatif, khususnya bagi anak muda dan perempuan di daerah.
Dalam kegiatan TGX Women Summit ini, tidak hanya peluncuran buku yang menjadi sorotan. Sejumlah karya sineas muda Trenggalek juga turut ditampilkan, mulai dari film dokumenter hingga animasi.
Hal ini menjadi bukti bahwa potensi ekonomi kreatif di Trenggalek mulai menunjukkan perkembangan yang positif.
Novita mengungkapkan, banyak talenta muda asal Trenggalek yang justru dikenal di luar daerah, seperti di Yogyakarta dan kota besar lainnya. Karena itu, ia berkomitmen untuk mewadahi para kreator lokal agar dapat berkembang di daerah sendiri.
Ke depan, ia juga berencana menggelar workshop hingga boot camp bekerja sama dengan Emtek guna melatih para konten kreator lokal agar semakin kompetitif di industri kreatif.(abi/ADV)





