• Login
Bacaini.id
Friday, April 24, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Gus Fawait Dorong Kolaborasi Cegah Pernikahan Dini

ditulis oleh Redaksi
16 April 2026 05:27
Durasi baca: 2 menit

Bacaini.ID, JEMBER – Bupati Jember, Gus Fawait, menggelar talkshow bertema “Sekolah Berdaya Mencegah Pernikahan Dini” di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (15/4/2026), dalam rangka memperingati Hari Kartini.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait menegaskan bahwa persoalan pernikahan dini tidak bisa dipisahkan dari berbagai tantangan sosial lain, seperti stunting, angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB).“Masalah pernikahan dini dan persoalan pendidikan lainnya tidak bisa diselesaikan oleh bupati atau kepala dinas saja. Perlu kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, guru, hingga keluarga,” ujar Gus Fawait.

Ia juga menyoroti bahwa batas usia pernikahan telah diatur dalam undang-undang, yang pada dasarnya mempertimbangkan kesiapan kesehatan reproduksi. “Banyak kasus stunting terjadi karena kehamilan di usia sangat belia, tidak sesuai dengan yang telah dicanangkan pemerintah,” tambahnya.

Sebagai upaya konkret, Pemkab Jember tengah merancang program sekolah berdaya dengan pendekatan berbasis karakteristik wilayah, mulai dari kawasan perkotaan, pedesaan, hingga pesisir.

Sementara itu, Najelaa Shihab mengapresiasi langkah Pemkab Jember yang dinilai progresif karena melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam pembangunan pendidikan. “Pendidikan tidak hanya soal sekolah, tetapi juga keluarga dan isu sosial, termasuk pernikahan anak. Ini pendekatan yang masih jarang dilakukan pemerintah daerah,” jelasnya.

Sebagai informasi, Najelaa Shihab merupakan pendiri Sekolah Cikal, sebuah institusi pendidikan inklusi berbasis kompetensi di Indonesia yang berfokus pada pengembangan diri, minat, dan bakat anak secara unik dari jenjang PAUD hingga SMA. Cikal dikenal menggunakan kurikulum kompetensi 5 Bintang, menerapkan blended learning, serta menyediakan Pendidikan Inklusi Cikal (PIC) bagi anak berkebutuhan khusus.

Pendiri Sekolah Cikal tersebut juga menilai bahwa langkah Jember menunjukkan perubahan paradigma dalam pendidikan, dari yang semula berfokus pada institusi menjadi pendekatan ekosistem. Ia berharap program yang dirintis ini dapat menjadi model praktik baik bagi daerah lain.“Ini bukan sekadar program, tapi bagaimana semua pihak berkolaborasi untuk menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” tutupnya. (meg/ADV)

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Massa mahasiswa demo di DPRD Tulungagung menuntut pengusutan kasus OTT KPK

Golkar Klaim Sudah Ingatkan Gatut Sunu Sebelum OTT KPK di Tulungagung

Peta Selat Malaka yang menunjukkan jalur pelayaran strategis dunia, menghubungkan perdagangan internasional dan menjadi sorotan rivalitas Amerika Serikat dan China

Selat Malaka Memanas, Warisan Kerajaan Sriwijaya yang Jadi Arena Rivalitas AS–China

Jet tempur F-15K Korea Selatan terbang dalam formasi latihan di langit Daegu

AU Korea Selatan Minta Maaf atas Insiden Tabrakan Dua Jet F-15K saat Latihan di Daegu

  • Jembatan Cangar Batu Mojokerto lokasi bunuh diri dan fenomena Werther Effect

    Jembatan Cangar Kembali Jadi Lokasi Bunuh Diri, Efek Werther di Media Sosial Disorot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Larung Sembonyo Trenggalek 2026: Ribuan Warga Ikuti Ritual Syukur Nelayan Prigi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Kediri Tak Punya Strategi Lanjutkan Proyek Alun-alun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In