Poin Penting:
- Indonesia berada di peringkat ke-13 dunia dalam kebiasaan jalan kaki dan bersepeda menurut Ipsos 2026
- Survei melibatkan lebih dari 23 ribu responden dari 31 negara
- Aktivitas jalan kaki di Indonesia banyak dilakukan untuk kebutuhan jarak dekat
Bacaini.ID, KEDIRI – Indonesia selama ini kerap dicap sebagai negara dengan masyarakat yang malas berjalan kaki. Namun temuan terbaru justru mematahkan anggapan tersebut. Survei global dari Ipsos menempatkan Indonesia di posisi ke-13 dunia sebagai negara dengan warga paling gemar berjalan kaki dan bersepeda.
Baca Juga:
The Ipsos Mobility Report 2026 melaporkan pemeringkatan opsi mobilitas yang digemari masyarakat global. Survei ini melibatkan 23.722 responden berusia antara 16-74 tahun dari 31 negara, yang dilakukan dalam kurun waktu 21 November hingga 5 desember 2025.
Dalam laporan tersebut, Ipsos menerangkan secara keseluruhan, sekitar 25% responden mengandalkan transportasi umum sebagai sarana mobilitas utama mereka. Pilihan moda transportasi lainnya oleh masyarakat global di antaranya mobil, sepeda motor hingga berjalan kaki.
Dari hasil survei, Afrika Selatan menjadi negara teratas yang masyarakatnya menggemari jalan kaki dan bersepeda untuk mendukung gaya hidup aktif. Untuk Asia Tenggara, Singapura dan Thailand berada di peringkat teratas dan masuk dalam 10 besar.
Daftar Negara Paling Gemar Jalan Kaki dan Bersepeda
Berikut 15 besar negara-negara di dunia yang paling gemar jalan kaki dan bersepeda beserta prosentasenya menurut data Ipsos 2026:
Afrika Selatan, 72%
Meksiko, 71%
Peru, 71%
Singapura, 70%
Tiongkok, 69%
Tailan, 69%
Cili, 66%
Turki, 65%
India, 65%
Belanda, 65%
Malaysia, 65%
Vietnam, 65%
Indonesia, 65%
Argentina, 64%
Kolombia, 64%
Dalam data tersebut, tingkat pilihan mobilitas masyarakat Indonesia dengan bersepeda dan berjalan kaki setara dengan Belanda, Malaysia dan Vietnam. Meskipun sering diberi label negara yang malas jalan kaki, masyarakat Indonesia memiliki ketergantungan yang tinggi pada jalan kaki untuk menempuh jarak pendek, misalnya ke warung atau pasar.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





