Bacaini.ID, KEDIRI – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah menggodok langkah penghematan anggaran sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait dampak ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiharto, menyebut pembahasan dilakukan bersama sejumlah kementerian.
“Pembahasan lintas kementerian masih berlangsung untuk menindaklanjuti arahan Presiden mengenai langkah penghematan pemerintah,” ujar Bima Arya, Jumat, 27 Maret 2026.
Menurut Bima, kebijakan efisiensi tersebut tidak hanya berlaku bagi pemerintah pusat, tetapi juga akan menyentuh pemerintah daerah. Karena itu, Kemendagri turut berkoordinasi dengan Kementerian Perekonomian untuk merumuskan strategi yang tepat.
Ia menambahkan pemerintah terus memantau perkembangan krisis energi global, terutama pasokan dan harga BBM yang terdampak konflik di Timur Tengah.
Contoh Kebijakan Penghematan
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah beberapa kali menegaskan perlunya penghematan anggaran menghadapi ketidakpastian global. Ia mencontohkan langkah efisiensi di Pakistan, termasuk penerapan kerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara hingga wacana pemotongan gaji pejabat tinggi.
Prabowo juga mengingatkan pemerintah daerah untuk selaras dengan kebijakan pusat. “Jangan menantang pemerintah pusat. Banyak hal yang seharusnya dikerjakan kabupaten dan provinsi, tetapi tidak dijalankan,” tegasnya saat berdiskusi di Hambalang, Bogor.
Cegah Pemborosan dan Potensi Penyimpangan
Presiden menegaskan bahwa pemangkasan belanja yang tidak produktif bertujuan mempersempit ruang penyimpangan dan mencegah potensi korupsi dalam pengelolaan anggaran negara. Upaya efisiensi dilakukan dengan meninjau ulang pos-pos belanja yang dianggap tidak memberi manfaat langsung bagi masyarakat, sehingga tidak menjadi beban keuangan negara.
Penulis: Hari Tri Wasono





