Bacaini.ID, TRENGGALEK – Jalur nasional Trenggalek-Ponorogo KM 16 Desa Nglinggis Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek Jawa Timur berlaku sistem buka tutup selama arus mudik dan balik lebaran 2026.
Pemberlakuan sistem buka tutup oleh pihak kepolisian demi keselamatan pengguna jalan mengingat belum lama ini jalur nasional tersebut lumpuh total akibat longsor.
Baca Juga:
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki mengatakan, jalur tetap dibuka agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat, terutama saat momentum mudik Lebaran 2026.
“Jalur tetap kita buka, tetapi diberlakukan sistem buka-tutup melihat kondisi di lapangan. Jika terjadi hujan deras atau ada potensi longsor susulan, maka arus akan dihentikan sementara,” ujar Kapolres Ridwan Maliki Rabu (18/3/2026).
Sistem buka-tutup akan diberlakukan dari dua arah secara bergantian, terutama di jalur nasional Trenggalek–Ponorogo yang masih dalam tahap pemulihan pascalongsor.
Langkah ini dinilai penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan maupun korban jiwa. Untuk mendukung kebijakan tersebut, polisi telah menempatkan personel di sejumlah titik strategis, termasuk Pos Pantau di Kecamatan Tugu.
Satu regu Satlantas juga disiagakan khusus untuk membantu pengaturan lalu lintas serta melakukan rekayasa arus jika diperlukan.
Selain itu, jalur alternatif melalui kawasan Bendungan Tugu disiapkan sebagai opsi bagi pengguna jalan apabila sewaktu-waktu jalur utama harus ditutup total. Pengendara diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
Tidak hanya fokus pada titik longsor, kepolisian juga memetakan sejumlah jalur rawan kecelakaan lain di wilayah Trenggalek, seperti ruas Kampak–Munjungan yang memiliki medan ekstrem, serta jalur Kaligreng di Kecamatan Watulimo.
Polisi juga mengingatkan adanya potensi lonjakan volume kendaraan saat arus balik Lebaran, terutama di kawasan wisata Watulimo pada H+7. Kondisi tersebut diperkirakan dapat memperparah kepadatan lalu lintas.
Penulis: Aby Kurniawan
Editor: Solichan Arif





