Bacaini.ID, KEDIRI – Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri, secara resmi mengumumkan bahwa 1 Syawal 1447 H atau Idul Fitri 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan ini disampaikan melalui siaran daring oleh salah satu dewan mufattisy pesantren, KH Ma’shum Aly, dan telah beredar luas melalui video resmi serta media sosial.
Dalam keterangannya, KH Ma’shum Aly menjelaskan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada hasil penghitungan lajnah falakiyah internal pesantren. Ijtimak akhir Ramadan tercatat terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 07.17 WIB, dengan posisi hilal pada ketinggian 5 derajat 12 daqiqah, angka yang dinilai telah memenuhi syarat masuknya awal Syawal menurut metode hisab yang digunakan Ponpes Al Falah.
Pesantren yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam tradisional besar di Jawa Timur ini sebelumnya juga telah menetapkan awal Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2026, bagian dari konsistensi penggunaan kalender falakiyah yang telah disusun jauh hari sebagai pedoman internal bagi santri, alumni, serta masyarakat yang merujuk pada penanggalan pesantren.
Keputusan Ponpes Al Falah Ploso ini berpotensi berbeda dengan penetapan pemerintah yang masih menunggu sidang isbat Kementerian Agama RI pada 19 Maret 2026. Pemerintah mengacu pada kriteria MABIMS, yang menggunakan parameter hilal lebih ketat dan diprediksi dapat menetapkan Idul Fitri pada 21 Maret 2026.
Selain itu, penetapan ini juga berbeda dengan sikap Ponpes Lirboyo Kediri, yang memilih menunggu keputusan pemerintah dan berpegang pada fiqh mu’tabar dengan metode rukyah sebagai penentu awal bulan.
Kendati demikian, pihak Al Falah menegaskan bahwa ikhbar ini ditujukan terutama bagi komunitas internal pesantren dan para alumni, meski dalam praktiknya sering ikut dijadikan rujukan oleh masyarakat luas.
Dengan pengumuman resmi ini, umat yang mengikuti pedoman Ponpes Al Falah Ploso dipastikan akan melaksanakan Salat Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026.
Penulis: Hari Tri Wasono





