Bacaini.ID, KEDIRI — Bagi banyak orang di Indonesia, gedebok atau batang pisang sering dianggap limbah kebun. Setelah buah dipanen batang pisang biasanya dibiarkan membusuk, dijadikan pakan ternak, atau dimanfaatkan untuk kompos.
Namun di beberapa negara, bagian tanaman ini justru mulai dilirik sebagai bahan pangan hingga bahan baku industri ramah lingkungan. Sejumlah penelitian menunjukkan batang pisang memiliki kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan.
Di media sosial, tak sedikit yang membagikan informasi mengenai harga gedebok pisang di luar negeri yang bisa sampai ratusan ribu untuk satu atau dua potong kecil gedebok pisang.
Baca Juga:
Manfaat Gedebok Pisang: Kaya Serat Untuk Kesehatan Hingga Industri
Batang pisang atau banana pseudostem diketahui memiliki kandungan serat pangan yang cukup tinggi. Serat ini berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Food Science and Technology menyebutkan bahwa batang pisang mengandung serat, mineral, serta sejumlah senyawa antioksidan yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh.
Serat pangan membantu memperlancar proses pencernaan, menjaga keseimbangan bakteri baik di usus, serta dapat membantu mengurangi risiko sembelit.
Selain serat, batang pisang juga mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol dan flavonoid yang dikenal sebagai antioksidan.
Menurut ulasan ilmiah yang dimuat dalam jurnal Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety, berbagai bagian tanaman pisang, termasuk batangnya, memiliki kandungan antioksidan yang dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Antioksidan ini berperan dalam menjaga kesehatan sel dan berpotensi menurunkan risiko penyakit kronis.
Beberapa penelitian awal juga meneliti potensi batang pisang dalam membantu mengontrol kadar gula darah.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research menemukan bahwa ekstrak batang pisang menunjukkan aktivitas yang berpotensi membantu pengaturan kadar glukosa pada penelitian laboratorium.
Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa temuan tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan, terutama uji klinis pada manusia.
Digunakan Pengobatan Tradisional dan Industri Ramah Lingkungan
Di sejumlah negara Asia Selatan seperti India dan Sri Lanka, batang pisang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional.
Dalam sistem pengobatan Ayurveda, jus batang pisang dipercaya membantu melancarkan sistem pencernaan dan saluran kemih.
Namun manfaat ini sebagian besar masih didasarkan pada praktik tradisional dan belum seluruhnya didukung bukti klinis modern.
Selain sebagai bahan pangan, batang pisang juga mulai dilirik sebagai sumber serat alami untuk industri. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menyebut serat pisang sebagai salah satu serat alami yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku produk ramah lingkungan.
Serat tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti: tekstil alami, kertas, tali dan kerajinan tangan.
Beberapa negara seperti India, Filipina, dan Jepang bahkan telah mengembangkan industri banana fiber sebagai alternatif bahan tekstil yang lebih ramah lingkungan ketimbang serat sintetis.
Melihat berbagai potensi tersebut, batang pisang sebenarnya memiliki nilai ekonomi yang cukup besar jika dikelola dengan baik.
Di Indonesia sendiri, pemanfaatannya masih relatif terbatas. Padahal sebagai salah satu negara penghasil pisang terbesar di dunia, limbah batang pisang yang dihasilkan setiap tahun juga sangat besar.
Dengan penelitian dan inovasi yang lebih lanjut, bukan tidak mungkin gedebok pisang yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat berkembang menjadi bahan pangan alternatif maupun bahan baku industri yang lebih bernilai.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





