Bacaini.ID, KEDIRI – Dunia musik Indonesia berduka. Dalam waktu hampir bersamaan pada Sabtu, 7 Maret 2026, dua musisi lintas generasi berpulang. Vidi Aldiano, penyanyi pop kenamaan era 2000-an, dan Donny Fattah, basis sekaligus pendiri band rock legendaris God Bless.
Vidi Aldiano Wafat di Usia 35 Tahun
Penyanyi pop Vidi Aldiano meninggal dunia pada 7 Maret 2026 pukul 16.30–16.33 WIB, setelah 7 tahun berjuang melawan kanker ginjal. Kabar ini dikonfirmasi keluarga serta para sahabat musisi melalui media sosial.
Perjalanan Karier Singkat Vidi Aldiano
- Nama lengkap: Oxavia Aldiano
- Lahir: 29 Maret 1990, Jakarta
- Debut musik: 2008 melalui album “Pelangi di Malam Hari”, dengan hit seperti Nuansa Bening, Pelangi di Malam Hari, dan Status Palsu.
- Album lainnya:
- Lelaki Pilihan (2009)
- Yang Kedua (2011)
- Persona (2016)
- Mini album Dunia Baru (2013)
- Kolaborasi penting: Sherina Munaf, Prilly Latuconsina, Andien, Candra Darusman, Be3, Nino RAN, serta proyek besar bersama Sheryl Sheinafia dan Jevin Julian yang meraih penghargaan AMI.
Dalam kariernya, Vidi dikenal sebagai penyanyi berkarakter vokal kuat dan persona ramah, bahkan dijuluki “Duta Persahabatan” karena lingkaran pertemanannya yang luas.
Donny Fattah, Legenda God Bless, Meninggal di Usia 76 Tahun
Beberapa jam sebelum kabar kepergian Vidi mencuat, dunia rock Indonesia lebih dulu kehilangan Donny Fattah, basis senior sekaligus salah satu pendiri God Bless. Ia menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, setelah berjuang melawan sarcopenia, penyumbatan vaskuler, dan autoimun.
Sekilas Perjalanan Karier Donny Fattah
- Lahir: 24 September 1949, Makassar
- Pendiri God Bless (1973) bersama Ahmad Albar, Jockie Soerjoprajogo, Fuad Hassan, dan Ludwig Lemans.
- Karya terkenal bersama God Bless:
- Panggung Sandiwara
- Rumah Kita
- Semut Hitam
- Kontribusi di luar God Bless: terlibat dalam album rocker Ikang Fawzi, Nicky Astria, hingga memperkuat Kantata Takwa era 1990.
Donny diakui sebagai “otak kreatif” God Bless—bassis dengan karakter kuat yang membentuk warna rock Indonesia sejak 1970-an. Hingga usia senja, ia tetap tampil di panggung sebagai bagian terapi sekaligus dedikasinya terhadap musik.
Kepergian Vidi Aldiano dan Donny Fattah di hari yang sama menjadi momen duka besar bagi pecinta musik tanah air. Vidi adalah simbol musisi muda yang produktif dan inspiratif, sementara Donny adalah ikon rock yang pondasi karyanya menjadi warisan besar budaya musik Indonesia.
Selamat jalan, Vidi Aldiano dan Donny Fattah. Terima kasih atas musik, karya, dan kenangan yang kalian tinggalkan.
Penulis: Hari Tri Wasono




