Bacaini.ID, BLITAR – Refleksi 1 tahun pemerintahan Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin digelar di Monumen PETA, Minggu (1/3/2026) malam. Dalam forum bertajuk Ngopi Ramadan: Ngobrol Gagasan dan Opini Publik Inklusif, Mas Ibin memaparkan 70 prestasi yang diraih Pemkot Blitar, meski tanpa kehadiran Wakil Wali Kota Elim Tyu Samba
Wawali Elim Tyu Samba yang berumah dinas di sebelah monumen PETA tidak terlihat di lokasi acara refleksi 1 tahun Pemerintah Kota Blitar. Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin memilih didampingi Sekda Priyo Suhartono.
Baca Juga:
- Wali Kota Blitar Pilih Fokus Kerja, Ogah Ladeni Urusan Baperan
- Geger Blitar! Ratusan TPL Dipangkas, Wali Kota Mas Ibin Terancam Digugat ke PTUN
Satu tahun pemerintahan, kata dia merupakan fase peletakan pondasi pembangunan jangka panjang. Dan dalam satu tahun kepemimpinannya berbagai penghargaan telah diraih Pemerintah Kota Blitar.
Ada 70 penghargaan di berbagai bidang yang telah dikantongi. “Artinya sistem dan tata kelola pemerintahan sudah berjalan baik,” kata Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin di depan para undangan Minggu malam (1/3/2026).
Puluhan prestasi tingkat regional dan nasional yang dicapai Pemerintah Kota Blitar menjadi materi utama dialog di sepanjang berlangsungya acara refleksi.
Di antaranya Kota Blitar telah ditetapkan sebagai Kota Percontohan Anti Korupsi 2025 dengan skor Monitoring Center for Prevention 97,98 persen atau peringkat 4 nasional.
Kota Blitar juga menerima penghargaan sebagai Kota Layak Anak dengan kategori Nindya. Juga meraih anugerah lingkungan hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup dan banyak lainnya.
Mas Ibin mengatakan semua penghargaan itu jadi kebanggaan. Namun yang terpenting adalah pelayanan masyarakat harus terus ditingkatkan lebih baik. “Yang lebih penting pelayanan kepada masyarakat terus meningkat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin juga ‘memamerkan’ keberhasilannya mengurai permasalahan di RSUD Mardi Waluyo, khususnya terkait dengan pelayanan.
Intervensinya dengan mengoptimalkan sistem digital (online) telah mengubah layanan pasien di RSUD Mardi Waluyo menjadi lebih efektif dan efisien. Antrean online yang sebelumnya 20 persen di bulan Juni telah menjadi 90 persen.
“Pasien bisa pulang dengan membawa obat tanpa antre panjang,” terangnya.
Soal adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat Mas Ibin menyampaikan kalau pihaknya terpaksa mengambil langkah penyesuaian, khususnya terkait dengan program sosial.
Sejumlah kuota layanan masyarakat terpaksa dikurangi sebagai konsekuensi adanya efisiensi anggaran atau pemangkasan pusat. Hal-hal yang bersifat konsumtif dikurangi, dialihkan ke program yang produktif.
Namun pelayanan dasar dipastikan tetap berjalan optimal. Pada tahun 2026 ini Pemkot Blitar akan melakukan percepatan pembangunan. Di antaranya revitalisasi Ecopark Joko Pangon dan Water Park Sumber Udel.
Juga akan merevitalisasi sirkuit Bung Karno yang berpotensi membuka peluang potensi pendapatan asli daerah melalui setoran pajak dan retribusi dalam event yang digelar.
“Kita ingin program yang kompetitif dan berdampak jangka panjang,” pungkasnya.
Sementara aktivis anti korupsi (KRPK) Moh Trijanto yang hadir sebagai undangan mengingatkan kalau banyaknya prestasi yang dicapai tidak menjadi jaminan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Apalagi Pemkot Blitar memiliki sejarah kepala daerah (Wali Kota) pernah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada tahun 2018. “Dan pada saat itu juga melimpah prestasi. Nyatanya juga kena OTT KPK,” ujar Trijanto.
Acara refleksi 1 tahun pemerintahan Kota Blitar diketahui lebih banyak dihadiri awak media dan aktivis LSM. Tidak terlihat perwakilan dari unsur legislatif.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Solichan Arif





