Bacaini.ID, KEDIRI – Mempercantik rumah dengan tanaman hias gantung menjadi tradisi sebagian masyarakat Indonesia, khususnya dalam rangka menyambut Ramadhan yang disusul Hari Raya.
Selain mengecat ulang rumah, mengatur tanaman hias yang tumbuh di sekitarnya juga menjadi agenda tahunan sebagian besar keluarga.
Baca Juga:
Agar rumah semakin terlihat indah, tanaman gantung bisa menjadi pilihan. Tanaman gantung merupakan pilihan favorit banyak pecinta tanaman hias di Indonesia karena tidak memakan banyak ruang.
Karakternya yang menjuntai memberi kesan lembut, alami, sekaligus estetik. Di iklim tropis seperti Indonesia, beberapa jenis tanaman gantung tumbuh sangat adaptif dan relatif mudah dirawat.
Berikut 4 tanaman gantung yang paling familiar dan banyak digemari masyarakat Indonesia. Selain indah, tanaman-tanaman ini juga mudah dirawat.
Zebrakraut/Rumput Belang (Tradescantia zebrina)
Tradescantia zebrina berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah. Tanaman ini mudah dikenali dari daunnya yang memanjang dengan kombinasi warna ungu, hijau, dan perak membentuk pola menyerupai zebra.
Warna daunnya akan semakin kontras jika mendapat pencahayaan yang cukup. Tradescantia zebrina menyukai cahaya terang tidak langsung.
Paparan matahari pagi masih aman, namun sinar terik siang sebaiknya dihindari karena dapat membuat daun memudar. Penyiraman dilakukan secara teratur dengan menjaga media tanam tetap lembap, namun tidak becek.
Karena pertumbuhannya cepat dan batangnya mudah menjuntai, Tradescantia zebrina sangat cocok dijadikan tanaman gantung di teras atau rak indoor. Selain itu, tanaman ini mudah diperbanyak melalui stek batang, sehingga populer di kalangan pemula.
Jenggot Musa (Tillandsia usneoides)
Jenggot Musa, dikenal juga sebagai Spanish moss, merupakan tanaman epifit yang berasal dari kawasan tropis Amerika. Di Indonesia, tanaman ini seringkali menghiasi interior cafe maupun restoran.
Berbeda dari tanaman gantung pada umumnya, Jenggot Musa tidak membutuhkan media tanam tanah. Tanaman ini hidup menempel pada cabang pohon atau digantung bebas.
Bentuknya unik, berupa helaian tipis berwarna abu-abu keperakan yang menjuntai panjang, menciptakan kesan dramatis dan klasik. Jenggot Musa menyukai sirkulasi udara yang baik serta cahaya terang, namun tidak terkena matahari siang secara langsung.
Perawatannya relatif sederhana. Penyiraman dilakukan dengan cara menyemprotkan air secara berkala, terutama saat udara kering.
Di Indonesia yang lembap, Jenggot Musa tumbuh cukup baik dan sering digunakan sebagai elemen dekoratif di taman atau teras bergaya tropis alami.
Lantana trailing (Lantana montevidensis)
Lantana trailing berasal dari Amerika Selatan dan merupakan kerabat dekat lantana semak yang umum dijumpai di Indonesia.
Berbeda dengan lantana biasa, jenis ini memiliki batang menjuntai sehingga cocok dijadikan tanaman gantung.
Daunnya kecil dan agak kasar, sementara bunganya tumbuh bergerombol dengan warna ungu, lavender, atau putih keunguan.
Lantana trailing dikenal tahan panas dan sangat menyukai sinar matahari penuh. Tanaman ini tergolong tahan kering dan tidak memerlukan penyiraman terlalu sering.
Selain berfungsi sebagai tanaman hias gantung, lantana trailing juga sering dimanfaatkan untuk menarik kupu-kupu karena bunganya yang kaya nektar. Karakter ini membuatnya cocok untuk balkon atau teras rumah yang mendapat banyak cahaya matahari.
Pitis Kecil (Dischidia nummularia)
Dischidia nummularia atau lazim disebut pitis kecil, merupakan tanaman epifit tropis yang berasal dari Asia Tenggara, sangat sesuai dengan iklim Indonesia.
Ciri khasnya terletak pada daun kecil berbentuk bulat seperti koin yang tersusun rapat di sepanjang batang menjuntai.
Tanaman ini menyukai cahaya terang tidak langsung dan lingkungan yang lembap. Penyiraman dilakukan secukupnya, dengan membiarkan media tanam sedikit mengering di antara waktu siram untuk mencegah akar membusuk.
Dischidia nummularia sering dipilih sebagai tanaman gantung untuk interior maupun teras teduh karena tampilannya yang rapi dan unik. Bentuk daunnya yang mungil memberikan kesan dekoratif yang halus dan modern tanpa terlihat berlebihan.
Agar tanaman hias gantung awet, perhatikan karakter tanaman. Ada yang suka sinar matahari dan yang lebih menyukai tempat lembap. Tempatkan tanaman gantung sesuai dengan karakternya.
Pangkas batang dan daun yang layu untuk merangsang pertumbuhan. Berikan pupuk secara teratur. Jangan lupa untuk memperhatikan durasi penyiraman agar tanaman tetap segar.
Penulis: Bromo Liem
Editor: Solichan Arif





