• Login
Bacaini.id
Wednesday, February 11, 2026
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA
No Result
View All Result
Bacaini.id

Hidung Belang Ternyata Berasal dari Skandal Seks di Zaman Kolonial

Kisah kelam Batavia 1629 yang melahirkan istilah populer untuk pria gemar berganti pasangan

ditulis oleh Editor
7 February 2026 21:57
Durasi baca: 3 menit
Ilustrasi skandal Sara Specx di Batavia yang melahirkan istilah hidung belang

Ilustrasi peristiwa skandal seksual di Batavia pada masa pemerintahan JP Coen yang melahirkan istilah “hidung belang” (foto/AI/Bacaini.id)

Bacaini.ID, KEDIRI – Dari mana datangnya istilah hidung belang? Istilah populer yang merujuk pada tabiat laki-laki yang gemar berganti-ganti perempuan.

Asal-usul itu terungkap terjadi pada masa penjajahan kolonial Belanda. Berlangsung pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen atau JP Coen (1587-1629).

Bagaimana awalnya? Ini kisahnya.

JP Coen pada suatu hari marah besar. Kemarahan yang tidak bisa diobati. Tak bisa ditoleransi. Kecuali satu: hukuman mati dijatuhkan.

“Coen (JP Coen) ingin hukum ditegakkan. Ia tidak ingin menjilat ludahnya sendiri,” demikian dikutip dari buku Bukan Tabu Nusantara (2018).

Baca Juga:

  • Blitar di Masa Silam Pemasok Selir Raja-raja Mataram
  • Cerita Pasukan Janda Aceh yang Ditakuti Penjajah Kolonial

Adalah peristiwa skandal seks yang menjadi penyebab kemarahan JP Coen. Bukan hanya karena terjadi di lingkungan kastilnya, di Batavia. Tapi juga karena melibatkan Sara Specx, putri Jacques Specx.

Jacques merupakan anggota Dewan Hindia Belanda yang juga sekaligus sahabat karib J.P Coen. Permasalahannya, Sara adalah anak asuh JP Coen, yakni sejak Jacques menitipkan padanya.

Pada tahun 1627, Jacques menitipkan Sara pada J.P Coen karena harus memenuhi panggilan tugas ke Belanda. Jacques percaya J.P Coen mampu mengasuh putrinya.

JP Coen tidak menolak. Sejak itu Sara tinggal di kastil Batavia. Menjadi staatdochter atau putri negara sekaligus pengiring Eva Ment, istrinya.

Sara Specx tumbuh sebagai gadis rupawan. Di dalam tubuhnya mengalir darah blasteran Belanda-Jepang. Ibu Sara adalah perempuan Jepang, gundik Jacques Specx.

Di luar penglihatan JP Coen, Sara diam-diam menjalin hubungan asmara dengan Piter Jacobszoon Cortenhoeff, seorang vaandrig atau serdadu bawahan, penjaga kastil Batavia.

Piter pemuda kelahiran Arakan (Myanmar). Ayahnya seorang koopman atau pedagang Belanda yang menikahi perempuan pribumi. Sara terpesona dengan ketampanan Piter Jacobszoon.

Pada suatu malam keduanya kepergok memadu kasih di dalam kastil, tempat Gubernur Jenderal J.P Coen berada. Kabar skandal seksual itu dengan cepat menyebar luas.     

J.P Coen adalah seorang puritan. Ia memegang erat ajaran calvinis. Baginya kabar memalukan itu telah menampar mukannya. JP Coen bersikukuh pelanggar seksual harus dihukum berat.

Ia ingin memberi teladan yang baik sekaligus berupaya memerangi sifat-sifat buruk hamba kompeni yang bermoral bejat.

Pada 6 Juni 1629, hukuman berat dijatuhkan. Eva Ment, istri Coen dan dewan gereja berusaha membujuk agar hukuman mati dibatalkan, namun J.P Coen tak mengindahkan. Piter Jacobszoon harus tetap dipancung.

Asal-usul istilah hidung belang itu dimulai di sini. Sebelum dieksekusi hidung Pieter diberi corengan arang oleh algojo sebagai tanda pelaku pencabulan.

Saat eksekusi dilaksanakan warga menyaksikan kepala menggelinding dengan hidung terdapat corengan arang. Sejak itu populer istilah hidung belang.

Sementara Sara Specx dihukum cambuk, ditelanjangi dan dipertontonkan di depan masyarakat luas. Keputusan JP Coen membuat heboh Hindia Belanda dan terdengar sampai Belanda.

Pada tahun 1843 peristiwa di Hindia Belanda itu dikisahkan oleh W.L Ritter, seorang jurnalis dengan judul Sarah Specx, Batavia 1629.

Penulis: Solichan Arif

Print Friendly, PDF & EmailCetak ini
Sumber: asal usul hidung belang
Via: hidung belang
Tags: bataviaistilah populerkolonial BelandaSEJARAH
Advertisement Banner

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Tanaman hias gantung menghiasi teras rumah sebagai tradisi mempercantik rumah jelang Ramadhan

Tradisi Percantik Rumah Jelang Ramadhan, Ini 4 Tanaman Gantung Paling Digemari

Sidang vonis kasus penganiayaan guru oleh suami anggota DPRD Trenggalek di Pengadilan Negeri Trenggalek

Suami DPRD Arogan Penganiaya Guru di Trenggalek Divonis 6 Bulan Penjara 

Puluhan siswa SD di Tulungagung dirawat akibat keracunan massal menu MBG

‘Tumbal’ MBG Kembali Berjatuhan, 24 Siswa SD di Tulungagung Keracunan Massal

  • Ilustrasi gerai Koperasi Desa Merah Putih yang diusulkan menggunakan gedung sekolah dasar

    Pembangunan Koperasi Merah Putih di Trenggalek Diusulkan di Kawasan Hutan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peluang Atlet Indonesia di Olimpiade Musim Dingin 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramalan Shio Hari Ini 5 Februari 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Djarum Grup Akuisisi Bakmi GM, Pendapatannya Bikin Melongo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemilikan tanah dengan Letter C, Petuk D, dan Girik mulai tahun 2026 tidak berlaku. Mulai urus sekarang juga !

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Bacaini.id adalah media siber yang menyajikan literasi digital bagi masyarakat tentang politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pertahanan keamanan, hiburan, iptek dan religiusitas sebagai sandaran vertikal dan horizontal masyarakat nusantara madani.

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Beriklan
  • Redaksi
  • Privacy Policy

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BACA
  • SOSOK
  • EKONOMI
  • BACAGAYA
  • INTERNASIONAL
  • OPINI
  • TEKNO & SAINS
  • REKAM JEJAK
  • PLURAL
  • HISTORIA
  • INFORIAL
  • BACA DATA

© 2020 - 2026 PT. BACA INI MEDIA. Hak cipta segala materi Bacaini.ID dilindungi undang-undang.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In