Bacaini.ID, KEDIRI – Menjelang Ramadan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menganjurkan umat Islam memaksimalkan ibadah di bulan Sya’ban dengan empat amalan utama: puasa sunnah, memperbanyak shalawat, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir/istighfar.
Puasa sunnah Sya’ban
MUI menekankan Sya’ban sebagai momentum latihan menuju Ramadan; Nabi SAW dikenal memperbanyak puasa pada bulan ini, sebagaimana riwayat Usamah bin Zaid tentang Sya’ban sebagai bulan yang “sering dilalaikan” dan saat amal-amal diangkat kepada Allah, sehingga beliau ingin amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa.
Memperbanyak shalawat
Dalam penjelasan MUI, Sya’ban identik dengan turunnya perintah bershalawat (QS Al-Ahzab: 56), karenanya umat dianjurkan memperbanyak shalawat sebagai wujud mahabbah kepada Rasulullah SAW.
Membaca Al-Qur’an
MUI mengutip tradisi para ulama salaf yang menyebut Sya’ban sebagai Syahrul Qurra’ (Bulan Para Pembaca Al-Qur’an), banyak ulama menutup tokonya dan fokus tilawah untuk menyambut Ramadan dengan hati yang siap.
Berdzikir/istighfar
Sekretaris Komisi Fatwa MUI, KH Miftahul Huda, merekomendasikan empat bacaan dzikir yang ditekankan pada Sya’ban: istighfar, shalawat, rangkaian tasbih, tahmid, tahlil, takbir, serta kalimat tauhid, disertai penjelasan keutamaannya di bulan ini.
Selain empat amalan di atas, MUI juga mengulas keistimewaan Sya’ban, antara lain disebut sebagai “bulannya Rasulullah”, momentum pengangkatan amal, dan masa “merawat” amal sebelum panen pahala di Ramadan.
Poin-poin ini menjadi latar penguatan amaliyah agar umat tidak lalai di bulan transisi antara Rajab dan Ramadan.
Penulis: Hari Tri Wasono





