Bacaini.ID, BLITAR — Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali merebak di Kabupaten Blitar Jawa Timur.
Sebanyak 72 ekor sapi terjangkit PMK di sepanjang Januari 2026 dengan kasus terbanyak ditemukan di Kecamatan Nglegok, Kesamben dan Talun.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar menilai rendahnya kesadaran vaksin booster menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya kasus penyakit ternak tersebut.
“Di kecamatan lain hanya 1-2 ekor sapi,” ujar drh Lusia Aditianingtyas, Kasi Keswan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar dalam siaran langsung di sebuah stasiun radio Selasa (20/1/2026).
Baca Juga: Virus PMK di Blitar Tewaskan Puluhan Sapi, Berikut Penyakit yang Perlu Diwaspadai
Kesadaran peternak yang masih rendah
Informasi yang dihimpun, kasus PMK terdeteksi mulai naik pada bulan Desember 2025. Kata Lusia, Desember merupakan musim penghujan namun diselingi panas. Cuaca tak menentu dimungkinkan jadi penyebab.
Kemudian juga faktor rendahnya kesadaran peternak, utamanya terkait vaksinasi ternak. Menurut Lusia, masih banyak peternak sapi di Blitar yang menganggap vaksin sekali sudah cukup.
Padahal masih diperlukan vaksin booster secara rutin. Yang mestinya diberikan setiap 6 bulan. Terbukti sapi yang divaksin booster lebih tahan ketimbang yang tidak divaksin.
“Peternak kesadarannya kurang, tidak mau divaksin rutin,” terangnya.
Sementara itu kasus PMK pada sapi di Nglegok diketahui telah berdampak pada ternak kambing. Terutama yang berkandang di dekat sapi. Sejumlah kambing telah tertular.
Ternak yang terjangkit PMK memperlihatkan sejumlah gejala klinis. Di antaranya demam tinggi, keluar liur berlebihan yang berbusa atau ngiler, sariawan di mulut, dan luka pada kuku.
Akibatnya sapi hilang nafsu makan, terlihat lesu, gemetar dan kemudian berat badan turun. PMK pada anak sapi juga bisa mengakibatkan kematian mendadak.
Menurut Lusia, petugas telah datang ke lokasi melakukan tindakan pengobatan dan pencegahan. Meminta para peternak melakukan isolasi pada ternak yang sakit.
Secara teknis, ternak yang sakit harus dipisahkan dari yang sehat. Lalu lintas ternak juga diimbau dibatasi, termasuk aktivitas memberi makan ternak harus betul-betul memperhatikan sterilisasi.
Kemudian juga meminta para peternak segera melakukan vaksin booster. Saat ini dari 72 kasus PMK yang ditemukan pada ternak sapi, 39 ekor sapi di antaranya telah pulih.
“Mengimbau peternak membatasi keluar masuk, lalu lintas ternak,” pungkasnya.
Penulis: Solichan Arif





