Bacaini.ID, TRENGGALEK – Jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur mencapai 1.000-1.500 orang. Angka itu berlangsung fluktuatif setiap tahun.
Jumlah ODGJ Trenggalek diketahui didominasi oleh laki-laki, tercatat sebanyak 943 orang dan perempuan 567 orang. Tekanan ekonomi dan sosial jadi penyebab banyaknya ODGJ laki-laki di Trenggalek.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bereekonomincana (Diskesdalduk KB) Trenggalek, dr. Sunarto, mengatakan secara psikologis laki-laki cenderung lebih tertutup dan jarang mengungkapkan permasalahan yang dihadapi.
Tekanan dan stres yang dipendam dalam jangka waktu lama mengakibatkan pada gangguan mental.
“Laki-laki ini cenderung introvert dan jarang bercerita. Masalah dipendam sendiri sehingga stresnya terus menumpuk,” ujar Sunarto kepada wartawan Senin (12/1/2026).
Baca Juga: Faktor Asmara Picu Ribuan Warga Blitar Berstatus ODGJ
Menurut Sunarto tuntutan sebagai pencari nafkah utama turut memperberat beban mental laki-laki. Juga tekanan pekerjaan dan tuntutan lingkungan sosial yang menjadi faktor berlapis yang memengaruhi kondisi emosional.
“Di rumah dituntut mencukupi kebutuhan, di kantor ditekan atasan, di lingkungan sosial juga ada tuntutan. Ini sangat berpengaruh pada kesehatan mental,” jelasnya.
Sunarto menambahkan, stres yang tidak tertangani dengan baik dapat menimbulkan gangguan fisik atau psikosomatis.
Gejalanya antara lain sulit tidur, gangguan lambung, jantung berdebar, sering buang air kecil, hingga penurunan nafsu makan. Stres dapat berkembang menjadi gangguan jiwa berat (ODGJ).
“Kalau tidak disalurkan, tidak sharing, dan tidak mencari bantuan profesional, bisa berlanjut hingga ODGJ,” ungkapnya.
Peran keluarga dalam kasus ODGJ memiliki tempat yang penting. Terutama dalam mendukung proses pengobatan dan pencegahan gangguan jiwa.
Pendampingan keluarga dinilai sangat membantu dalam mendeteksi permasalahan psikologis pasien secara menyeluruh.
Sebab gangguan mental ringan bisa dideteksi lebih awal agar tidak berkembang menjadi ODGJ.
“Sering kali penyakit bukan murni karena faktor fisik, tapi stres yang dominan. Di sinilah peran keluarga sangat penting,” ujarnya.
Baca Juga: Pastikan Kenyamanan Warga dan Hak ODGJ Terjaga, Mbak Wali Perintahkan Tangani Aduan Tentang ODGJ
Penulis: Aby Kurniawan
Editor: Solichan Arif





